25 Jenis Kelelawar Paling Lucu dan Imut di Dunia | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » 25 Jenis Kelelawar Paling Lucu dan Imut di Dunia

25 Jenis Kelelawar Paling Lucu dan Imut di Dunia

Kelelawar adalah makhluk yang kerap disalahpahami. Sering dijadikan subjek cerita dan mitos gelap nan menakutkan, mereka telah mengumpulkan reputasi buruk selama berabad-abad. Tapi sungguh, kelelawar sebenarnya adalah anggota penting dalam ekosistem di seluruh dunia, yang bertindak sebagai pengendali hama alami dengan memakan serangga dan membantu menyerbuki tanaman dan menyebarkan benih.

Kelelawar Lucu

Meskipun beberapa spesies kelelawar mungkin sedikit menyeramkan untuk dilihat, banyak dari mereka yang sebenarnya terlihat menggemaskan. Kami telah mengumpulkan contoh betapa mempesonanya hewan-hewan penting ini, dan berikut adalah 25 di antaranya.

1. Kelelawar buah Mesir

Kelelawar buah Mesir

Kelelawar buah Mesir adalah spesies yang ditemukan di seluruh Afrika dan Timur Tengah yang suka makan kurma liar. Saat mereka semakin besar, keimutannya malah akan semakin meningkat!

2. Kelelawar berhidung daun California

Kelelawar berhidung daun California

Ditemukan di Meksiko dan AS, spesies ini menyukai gurun yang panas. Anda dapat menemukan kelelawar ini di gurun Sonoran dan Mojave, tempat mereka makan serangga seperti jangkrik, belalang, dan ngengat. Mereka juga merupakan penerbang yang sangat terampil, mampu terbang dengan kecepatan rendah menggunakan energi minimal dan dapat bermanuver dalam penerbangan lebih baik daripada banyak spesies kelelawar lainnya. Plus, telinga mereka sangat unik.

3. Kelelawar putih Honduras

Kelelawar putih Honduras

Sangat berbeda dari kebanyakan kelelawar, spesies yang menggemaskan ini berwarna putih salju yang indah, dengan telinga dan hidung kuning. Mereka juga sangat mungil, panjangnya hanya beberapa cm. Spesies ini adalah “kelelawar pembuat tenda,” bertengger di sepanjang tulang rusuk daun besar, yang mereka buat menjadi struktur seperti tenda dengan menggigit urat-urat samping. Teknik bertengger ini melindungi mereka dari cuaca dan predator saat mereka beristirahat.

4. Flying fox India

Flying fox India

Spesies ini merupakan salah satu kelelawar terbesar, dengan lebar sayap yang bisa mencapai 120-150 cm. Karena kelelawar buah memakan semua jenis buah yang berbeda, mereka adalah penyerbuk yang penting. Spesies ini dapat melakukan perjalanan dari 15 hingga 65 km dalam semalam, jadi peran mereka dalam penyebaran benih dan penyerbukan yang luas tidak mungkin diremehkan.

5. Kelelawar coklat besar

Kelelawar coklat besar

Jenis kelelawar yang lucu dengan nama yang juga lucu. Hewan kecil berbulu halus ini dapat ditemukan di Amerika Utara, Amerika Tengah, dan bagian paling utara Amerika Selatan. Mereka sangat bermanfaat bagi manusia karena memakan serangga yang sering dianggap hama, termasuk ngengat, kumbang, dan tawon. Sayangnya, sindrom hidung putih merupakan ancaman serius bagi spesies ini dan spesies kelelawar lainnya.

6. Kelelawar buah dwarf epauletted

Kelelawar buah dwarf epauletted

Spesies yang sangat lucu ini kecil, panjangnya hanya 7,5-9 cm. Ditemukan di Afrika, mereka memakan buah-buahan kecil, nektar, dan serbuk sari. Mereka sering dianggap sebagai “tikus terbang.” Jangan biarkan ukuran kecil kelelawar buah dwarf epauletted menipu Anda. Spesies ini memiliki peran penting dalam ekosistemnya.

7. Kelelawar berhidung belah

Kelelawar berhidung belah

Keluarga kelelawar ini disebut juga kelelawar tapal kuda karena bentuk kulit di sekitar hidungnya. Mereka adalah pemakan serangga, menggunakan telinga mereka yang besar untuk ekolokasi dan sayap mereka yang lebar untuk penerbangan yang sangat gesit dalam mengejar mangsanya.

8. Kelelawar bertelinga panjang coklat

Kelelawar bertelinga panjang coklat

Spesies kelelawar Eropa ini juga memiliki telinga yang sangat panjang, dengan lipatan khas di bagian bawah. Tetapi bahkan dengan telinga seperti itu, spesies ini mengandalkan matanya dan juga telinganya untuk mencari mangsa. Mereka utamanya memakan ngengat yang ditemukan di antara daun dan kulit pohon.

9. Kelelawar berkuping kuning belang

Kelelawar berkuping kuning belang

Kelelawar yang menggemaskan ini ditemukan di Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Nikaragua, dan Panama di hutan cemara dewasa. Namun mereka terancam oleh hilangnya habitat akibat penggundulan hutan dan degradasi habitat. Untungnya mereka juga ditemukan di kawasan lindung, yang akan membantu memperlambat penurunan populasi spesies.

Baca Juga:  10 Fakta Tentang Kelelawar dan Manfaatnya bagi Kehidupan

10. Kelelawar tapal kuda Mediterania

Kelelawar tapal kuda Mediterania

Lihatlah wajah lucunya! Makhluk manis ini ditemukan di daerah hutan yang hangat, terutama yang memiliki banyak gua dan sumber air. Di sana mereka berburu ngengat dan serangga kecil. Seperti kelelawar berhidung belah, lipatan kulit yang khas di sekitar hidung membantu mereka mengarahkan dan memfokuskan suara yang dihasilkannya untuk ekolokasi. Spesies ini relatif langka dan terdaftar sebagai “hampir terancam” di Daftar Merah IUCN.

11. Kelelawar gurun bertelinga panjang

Kelelawar gurun bertelinga panjang

Ditemukan di daerah gurun dari Maroko hingga Mesir dan semenanjung Arab, kelelawar ini betah hidup di daerah kering yang tampak tidak ramah. Mereka adalah predator yang cukup tangguh, memakan mangsa yang menakutkan termasuk kalajengking, seperti kalajengking kuning Palestina yang sangat berbisa. Mereka tampaknya kebal terhadap racun kalajengking. Meskipun kita mungkin berpikir bahwa senyum mereka imut, itu adalah salah satu yang ditakuti oleh semua kalajengking.

12. Pipistrelle kerdil

Pipistrelle kerdil

Spesies kelelawar Eropa ini adalah salah satu yang disukai siapa saja yang suka nongkrong di dekat sungai. Mereka makan di sepanjang hutan dan lahan basah, memangsa hama air dan serangga lainnya. Mereka sering tinggal di bangunan untuk bertengger, jadi bagian dari tindakan konservasi yang diusulkan untuk melindunginya termasuk praktik ramah kelelawar dalam konstruksi dan pemeliharaan bangunan.

13. Kelelawar vampir palsu besar

Kelelawar vampir palsu besar

Ditemukan di Asia Selatan dan Asia Tenggara di hutan hujan yang lembab, ciri menggemaskan kelelawar ini menutupi betapa luar biasanya predator ini. Mereka bisa memakan apa saja mulai dari serangga besar hingga kadal, katak, tikus, burung kecil, dan bahkan spesies kelelawar kecil lainnya. Hebatnya, kelelawar vampir palsu besar dapat mendeteksi dan menangkap mangsa seperti tikus dan katak dalam kegelapan total tanpa menggunakan ekolokasi.

14. Kelelawar vampir palsu kecil

Kelelawar vampir palsu kecil

Ini adalah versi mini dari kelelawar di atas. Dan alih-alih memakan mangsa yang lebih besar seperti kadal dan tikus, hewan yang lebih kecil ini memilih serangga. Meringkuk di tempat bertengger sebanyak 3-30 ekor, kelelawar ini dapat ditemukan tidur siang di celah-celah batu dan gua, dedaunan, dan lubang pepohonan.

15. Kelelawar pemakan buah besar

Kelelawar pemakan buah besar

Ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah, spesies kelelawar unik ini adalah kelelawar pembuat tenda lainnya. Meskipun dianggap sebagai spesies yang “tidak berisiko” dalam Daftar Merah IUCN, mereka ditemukan di hutan dan agak berisiko karena hilangnya habitat.

16. Kelelawar merah Timur

Kelelawar merah Timur

Induk kelelawar yang hebat ini tidak hanya memiliki satu atau dua bayi, melainkan tiga bayi mungil yang memeluknya agar tetap hangat dan aman. Memiliki anak kembar adalah hal biasa untuk spesies ini, dan mereka bahkan diketahui memiliki kembar empat. Empat bayi kelelawar mungil sekaligus? Sangat imut pastinya.

17. Kelelawar berhidung babi Kitti

Kelelawar berhidung babi Kitti

Spesies ini juga dikenal sebagai kelelawar lebah dan tidak sulit untuk mengetahui alasannya. Mereka sangat kecil, dengan panjang hanya 2,5-3,3 cm dan beratnya sekitar dua gram. Mereka adalah kelelawar terkecil di dunia dan bisa dibilang juga mamalia terkecil di dunia. Mereka hanya meninggalkan tempat bertenggernya sekitar 30 menit saat senja dan 20 menit saat fajar, jadi semua aktivitas makannya harus dilakukan di periode waktu singkat ini. Sayangnya, mereka tercatat sebagai spesies yang rentan akibat gangguan manusia dan perusakan habitat.

18. Kelelawar berhidung pendek kecil

Kelelawar berhidung pendek kecil

Ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara termasuk Indonesia, spesies kelelawar ini suka makan mangga. Mereka suka buah aromatik, tapi kebanyakan mangga. Dan siapa yang tidak bisa menyukai kelelawar pecinta mangga dengan wajah manis seperti ini? Mereka juga makan nektar dan serbuk sari dan, seperti kelelawar pemakan buah lainnya, mereka penting untuk penyerbukan tanaman.

Baca Juga:  Apakah Kelelawar Berbahaya Bagi Manusia? Ini Fakta dan Mitosnya

19. Kelelawar berbintik

Kelelawar berbintik

Ya, kelelawar kecil dengan bintik-bintik! Spesies ini memiliki tiga bintik putih berbeda di punggung hitam – pada dasarnya, mereka seperti Dalmatian di dunia kelelawar. Mereka juga memiliki telinga terbesar, relatif terhadap ukuran tubuhnya, dari spesies kelelawar mana pun di Amerika Utara. DDT hampir memusnahkan spesies ini, tetapi populasinya tampaknya telah kembali sejak pestisida dilarang. Mereka makan terutama belalang dan ngengat.

20. Kelelawar hoary

Kelelawar hoary

Spesies ini dapat ditemukan di seluruh Amerika Utara dan Selatan, dan ada juga spesies kelelawar hoary endemik Hawaii. Namanya diambil dari warna buram pada bulunya, karena “hoary” berarti “berambut abu-abu atau putih.” Mereka sebagian besar adalah penyendiri, bertengger satu per satu di pohon, dan makan terutama ngengat.

21. Flying fox berkacamata

Flying fox berkacamata

Nama umum untuk kelelawar ini juga cukup jelas. Mereka tinggal di hutan dan kawasan hutan hujan di Australia Timur Laut, dan bergantung pada buah-buahan dan bunga hutan hujan untuk makanan mereka. Ibu kelelawar berkumpul dengan bayinya. Remaja ikut merawat bayi sampai mereka berusia lebih dari lima bulan. Ketika mereka disapih, mereka bergabung dengan remaja lainnya di “pohon perawatan” di mana mereka mendapatkan kekuatan dengan terbang semakin jauh dengan koloni pada malam hari.

22. Kelelawar kecil bertelinga kuning Selatan

Kelelawar kecil bertelinga kuning Selatan

Spesies ini hidup di wilayah Hutan Atlantik di Brasil selatan dan Paraguay timur. Belum banyak yang diketahui tentang spesies ini, tapi kita tahu satu hal tentang mereka: Lucu.

23. Kelelawar buah Sulawesi

Kelelawar buah Sulawesi

Flying fox berwajah manis ini merupakan spesies dataran rendah Sulawesi. Mereka memiliki toleransi relatif terhadap gangguan manusia dan dapat ditemukan bertengger di pohon di desa maupun di tegakan bambu. Meskipun sering diburu untuk diambil dagingnya, di beberapa daerah mereka dilindungi karena diyakini sebagai pembawa rejeki. Mempertimbangkan manfaat kelelawar pemakan buah bagi ekosistem, sepertinya keyakinan itu cukup bijaksana.

24. Kelelawar berhidung tombak pucat

Kelelawar berhidung tombak pucat

Spesies kelelawar Amerika Tengah dan Selatan ini memakan sebagian besar nektar, serbuk sari, dan bunga, tetapi bersifat omnivora dan akan menangkap serangga juga. Di beberapa daerah, pola makan mereka dapat bergeser dari tumbuhan ke serangga tergantung musimnya. Spesies ini luar biasa karena memiliki serangkaian panggilan yang sangat kompleks, dengan hingga 20 panggilan berbeda – sama dengan banyak primata non-manusia. Mereka juga memiliki kemampuan untuk menilai bentuk objek, tidak hanya ukuran dan lokasinya, dengan menggunakan ekolokasi. Secara keseluruhan, ini adalah spesies kelelawar yang luar biasa dan menggemaskan.

25. Kelelawar buah Gambian epauletted

Kelelawar buah Gambian epauletted

Ditemukan terutama di Afrika, kelelawar ini dapat ditemukan di mana terdapat pohon ara, jambu biji, mangga, dan pisang, dan menggunakan penglihatan dan penciuman daripada ekolokasi untuk mencari makanan. Mereka bepergian dalam kelompok, terbang dalam kawanan dari tempat bertengger ke tempat makan di malam hari. Mereka akan membawa buah dari pohon dan makan di tempat lain untuk menghindari predator, yang berarti penting untuk penyebaran benih.

Faktanya, kelelawar ini dapat membawa lebih dari satu ton benih dari satu pohon ara liar selama beberapa malam! Gangguan manusia, perusakan habitat, dan penggunaan pestisida pada tanaman buah-buahan merupakan ancaman bagi spesies cantik ini.

Komentar