Panduan Lengkap Cara Merawat dan Membiakkan Ikan Bawal di Kolam | Si Binatang
Home » Ikan » Panduan Lengkap Cara Merawat dan Membiakkan Ikan Bawal di Kolam

Panduan Lengkap Cara Merawat dan Membiakkan Ikan Bawal di Kolam

Salah satu jenis ikan yang paling disukai masyarakat Indonesia adalah ikan bawal. Keuntungan yang didapatkan dari bisnis ternak ikan bawal bisa sangat besar. Mungkin Anda berpikir hanya bisnis ternak ikan bawal yang sudah besar yang bisa meraih keuntungan yang menggiurkan.

Ikan bawal

Tidak perlu langkah yang sulit untuk memulai bisnis ternak ikan bawal. Anda bisa melakukan cara mudah berikut ini untuk merawat ikan bawal:

1. Memisahkan Ikan Bawal

Hal pertama yang harus Anda lakukan untuk merawat ikan bawal adalah memisahkannya. Maksudnya adalah memisahkan ikan bawal yang sudah dewasa dengan bibit ikan bawal yang masih kecil.

Ikan bawal harus dipisahkan berdasarkan ukuran dan umurnya karena perbedaan umur membuat Anda harus melakukan perbedaan perawatan pula. Anda bisa memisahkan bibit ikan bawal pada kolam khusus.

Memisahkan bibit ikan bawal dari ikan bawal dewasa juga bisa menyelamatkannya. Ikan bawal terkenal memiliki sifat yang kanibal. Jika sedang kelaparan, bibit ikan bawal dengan ukuran yang lebih kecil bisa menjadi santapan ikan bawal dewasa.

2. Memberikan Pakan Terbaik

Perbedaan paling mencolok dalam perawatan ikan bawal dewasa dan bibit ikan bawal adalah pakan yang harus Anda berikan. Bibit ikan bawal dalam masa pertumbuhan membutuhkan pakan yang lebih banyak dibandingkan ikan bawal dewasa.

Pakan yang Anda berikan sangat berpengaruh terhadap perkembangan ikan bawal. Kalau Anda bisa memberikan pakan yang berkualitas, ikan bawal juga akan tumbuh dengan sangat baik hingga bisa lebih cepat dipanen.

Ikan bawal yang sudah dewasa umumnya membutuhkan berbagai nutrisi, seperti protein dalam jumlah 30%, karbohidrat sebanyak 30%, dan lemak sebesar 20%. Sedangkan pakan untuk bibit ikan air tawar ini sebenarnya tidak jauh berbeda, namun dengan jumlah protein yang sedikit lebih banyak.

Protein sangat penting untuk pertumbuhan ikan bawal karena berperan dalam membentuk jaringan tubuh ikan bawal. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama ikan bawal, sedangkan lemak berguna untuk pelarut beberapa mineral yang dibutuhkan ikan bawal.

Beberapa pakan yang umum diberikan untuk ikan bawal adalah ampas kelapa, azolla, cacing, dan pelet. Berikut tabel kandungan nutrisi dari pakan tersebut:

Pakan Protein Serat Kasar Lemak
Ampas Tahu 5,7% 15,07% 38,24%
Azolla 20% 15% <15%
Cacing 57% <10% 13,3%

Kandungan pelet tergantung pada bahan pembuatnya. Kalau Anda membeli pelet yang sudah jadi, biasanya ada tabel kandungan nutrisi pada kemasan pelet tersebut. Dengan mengetahui kandungan nutrisi pada pakan ikan bawal, Anda dapat memberikan pakan yang tepat menyesuaikan dengan kebutuhan nutrisi ikan bawal tersebut.

Untuk ikan bawal dewasa, Anda cukup memberikan pakan dua kali dalam sehari. Anda bisa memberikan pakan pada pagi hari dan sore hari. Sedangkan untuk bibit ikan bawal, Anda harus memberikan pakan lebih sering. Berikan pakan untuk bibit ikan bawal sebanyak tiga kali dalam sehari. Selain itu, sesuaikan juga ukuran pakan dengan ukuran mulut bibit ikan bawal. Pakan yang terlalu besar akan membuat ikan bawal kesulitan makan.

3. Perawatan Kolam

Budidaya bawal

Perawatan terhadap kolam juga harus dilakukan setiap hari untuk membuat ikan bawal menjadi lebih sehat. Kolam yang kotor membawa banyak penyakit untuk ikan bawal.

  1. Untuk membersihkan dan melakukan perawatan kolam ikan bawal, Anda harus memindahkan ikan bawal ke kolam yang lain terlebih dahulu. Setelah itu, kuras air kolam sampai habis.
  2. Bersihkan seluruh sisi kolam dengan cara disikat agar Anda dapat membasmi lumut. Lumut yang terlalu banyak di dalam kolam bisa membuat kualitas air memburuk. Setelah itu, isi kembali kolam menggunakan air yang bersih dan berkualitas.
  3. Anda juga dapat menggunakan filter air untuk membantu menjaga kebersihan kolam. Filter air memiliki cara kerja mengalirkan air di dalam kolam ke luar kolam sehingga beberapa kotoran di dalam kolam bisa ikut terseret keluar.

4. Memastikan Kualitas Air

Ketika Anda ingin mengisi kembali air kolam setelah mengurasnya, pastikan kualitas air kolam itu terlebih dahulu. Air kolam yang tidak berkualitas pastinya mempengaruhi kualitas ikan bawal ketika dipanen.

Ada empat parameter untuk mengukur kualitas air kolam, yaitu suhu, derajat keasaman, oksigen terlarut, dan zat amoniak.

  1. Suhu kolam yang tepat untuk ikan bawal adalah 22 ºC sampai 28 ºC. Suhu air kolam yang terlalu dingin dapat mengganggu metabolisme ikan bawal. Anda dapat menggunakan alat pengatur suhu air kolam untuk menjaga suhu air kolam yang mudah berubah karena pengaruh cuaca.
  2. Ikan bawal tumbuh dengan optimal pada air kolam dengan derajat keasaman sekitar 5-7. Air yang terlalu asam atau basa bisa membuat ikan bawal kesulitan untuk tumbuh besar. Anda dapat mengukur derajat keasaman air kolam menggunakan pH meter.
  3. Oksigen terlarut juga sangat penting agar ikan bawal bisa bernafas. Kandungan oksigen terlarut atau DO yang tepat untuk ikan bawal adalah 8 mg/L. Gunakan aerator untuk menambah kandungan oksigen terlarut dalam air kolam.
  4. Terakhir, semakin sedikit kandungan zat amoniak di dalam kolam, maka semakin bagus. Zat amoniak yang terlalu banyak di dalam kolam dapat membuat ikan bawal keracunan. Zat yang satu ini berasal dari kotoran ikan bawal dan sisa pakan yang Anda berikan.

Membersihkan air kolam atau menggunakan filter adalah cara terbaik untuk membuang zat amoniak dari kolam.

5. Cara Mengawinkan Ikan Bawal

Anda perlu mendorong pemijahan atau mengawinkan ikan bawal terlebih dahulu untuk mendapatkan bibit ikan bawal yang baru.

  • Untuk mengawinkan ikan bawal, Anda membutuhkan kolam khusus, induk ikan bawal yang sehat, dan teknik pemijahan yang benar.
  • Kolam khusus digunakan untuk memisahkan ikan bawal yang akan dikawinkan agar lebih mudah dirawat. Induk ikan bawal yang sehat dan siap dikawinkan memiliki berat lebih dari 2,5 kg.
  • Ketika memisahkan dua induk ikan bawal pada kolam khusus, berikan pakan keong, cacing, dan toge agar telur yang dihasilkan lebih banyak. Ikan bawal yang akan bertelur membutuhkan protein dalam jumlah yang banyak.
  • Teknik pemijahan yang benar dapat Anda lakukan dengan menyuntikan hormon ovapirm pada ikan bawal betina. Hal ini akan membantu ikan bawal betina menjadi lebih subur.
  • Biarkan ikan bawal pada kolam khusus terlebih dahulu selama beberapa hari. Selalu periksa kolam khusus ini pada pagi hari. Kalau sudah ada telur, maka akan ada bintik putih di dasar kolam.
  • Anda bisa memindahkan kembali induk ikan bawal ke kolam sebelumnya dan tunggu telur yang dihasilkannya menetas.

Cara ternak ikan bawal yang tepat akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Merawat ikan bawal memang tidak sulit, namun Anda harus melakukannya dengan konsisten. Ikan bawal yang mendapatkan perawatan yang tepat akan tumbuh cepat dan besar. Saat itulah, Anda tinggal memanen hasilnya saja.

Komentar