Jenis-jenis Hewan yang Bernafas Melalui Kulitnya | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » Jenis-jenis Hewan yang Bernafas Melalui Kulitnya

Jenis-jenis Hewan yang Bernafas Melalui Kulitnya

Di dunia hewan ada beberapa jenis hewan yang bisa bernafas melalui kulitnya. Cacing tanah dan amfibi seperti katak bernapas melalui kulitnya. Mereka termasuk dalam kelompok hewan yang hidup di darat dan memiliki kulit yang cukup tipis untuk dilalui gas. Hewan-hewan ini mampu bernapas melalui kulitnya yang permeable (berpori), yang harus tetap lembab.

Hewan yang bernafas dengan kulit cacing tanah

Cacing tanah tetap berada di bawah tanah yang lembab, sementara amfibi hidup di dalam atau di dekat air. Hewan yang dapat bernapas melalui kulitnya memiliki kulit yang lembab dan memiliki pembuluh darah atau kapiler kecil yang berada di dekat permukaan kulitnya. Pembuluh kecil ini mengangkut oksigen ke berbagai jaringannya dan membawa karbon dioksida ke lapisan kulit luar.

Amfibi pada umumnya

Kulit amfibi yang tipis dan berpori tidak memiliki lapisan pelindung bulu atau sisik. Namun makhluk-makhluk ini mampu bernapas melalui seluruh permukaan tubuh mereka. Spesies tertentu, seperti salamander tanpa paru-paru, tidak memiliki paru-paru primitif seperti yang dimiliki oleh amfibi lain dan bernapas secara eksklusif melalui kulit mereka. Amfibi juga mampu menyerap air melalui kulitnya dan tidak perlu minum. Di daerah di mana air langka, amfibi dapat dengan mudah menyerap kelembapan di dalam tanah.

Katak dan kodok

Nenek moyang amfibi masa kini muncul di bumi setidaknya 190 juta tahun yang lalu dan terlihat sangat mirip dengan spesies modern saat ini. Katak hidup di sejumlah iklim yang ekstrim, termasuk gurun dan kutub utara. Meskipun biasanya merupakan makhluk dari daerah beriklim tropis yang hangat dan lembab, katak telah beradaptasi dengan lingkungan yang keras di lereng gunung dan gurun.

Katak penahan air Australia bersembunyi di bawah tanah dan melindungi dirinya dalam kepompong transparan dari kulitnya sendiri. Katak ini mampu bertahan hidup hingga tujuh tahun sembari menunggu hujan. Meskipun kodok sebenarnya adalah katak, mereka memiliki sejumlah ciri fisik yang tidak ditunjukkan oleh katak asli. Ini meliputi tubuh yang lebih kekar, kaki belakang yang pendek, dan kulit kering dan berkutil.

Salamander dan larva mereka

Hewan yang bernafas dengan kulit salamander

Amfibi-amfibbi ini, yang sering disalahartikan sebagai kadal, memiliki kulit yang lembut dan lembab yang menutupi seluruh tubuh dan ekornya. Larva salamander sangat mirip dengan berudu katak, tetapi kepalanya tidak terlalu menonjol dan mereka memiliki struktur insang seperti bulu di sisi lehernya.

Salamander dan larvanya memangsa serangga dan invertebrata kecil, seperti ikan dan katak. Makhluk-makhluk kecil dan sekretif ini pada dasarnya aktif di malam hari dan tetap tersembunyi di bawah batang kayu yang jatuh dan di dalam serasah daun yang lembab di siang hari. Larva salamander mulai memangsa makhluk air kecil segera setelah menetas.

Cacing tanah dan night crawler

Meskipun asli Eropa, cacing berwarna kemerahan ini juga umum ditemukan di wilayah Amerika Utara, di mana mereka memiliki nama unik Night Crawler. Tubuh makhluk ini memiliki bagian yang ditutupi bulu pendek, yang membantu mereka bergerak melalui liangnya. Melalui kotoran metaboliknya, cacing tanah mengangkut nutrisi dan mineral dari dalam tanah ke permukaan, sementara terowongannya mengangin-anginkan tanah. Setiap cacing tanah memiliki organ kelamin jantan dan betina dan mampu menggantikan segmen yang hilang.

Nah itulah contoh beberapa hewan di dunia yang bisa bernafas melalui kulitnya. Keren sekali ya!

Komentar