6 Jenis Binatang yang Hidup di Dalam Gua | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » 6 Jenis Binatang yang Hidup di Dalam Gua

6 Jenis Binatang yang Hidup di Dalam Gua

Hewan dapat menggunakan gua untuk berhibernasi selama musim dingin atau hanya sekedar untuk tidur di siang hari. Hewan yang hidup di dalam gua dikenal sebagai troglodytes atau penghuni gua dan mereka memiliki habitat yang sangat khusus. Temukan lebih banyak informasi menarik tentang hewan-hewan unik tersebut di artikel ini.

Hewan gua

Jenis hewan yang hidup di gua dan kebiasaannya

Meskipun invertebrata lebih umum hidup di gua-gua, mamalia, ikan, dan reptil juga dapat memilih gua sebagai habitatnya. Troglobiant adalah hewan penghuni gua yang menghabiskan sepanjang hari di dalam gua. Lainnya, trogloxene, keluar pada suatu waktu dalam sehari atau setahun. Tak ketinggalan ada satu kelompok spesies lainnya -troglophiles- yang dapat hidup baik di dalam maupun di luar habitat gua.

Mengapa hewan-hewan itu memilih tempat-tempat ini sebagai rumah mereka? Pada dasarnya, ini karena kondisi lingkungan yang stabil yang ditawarkan gua terkait dengan kelembapan dan suhu. Selain itu, gua melindungi mereka dari predator, memungkinkan mereka untuk tidur dan beristirahat tanpa masalah. Dengan kata lain, gua adalah tempat yang tepat untuk memiliki keturunan karena tubuh mereka membutuhkan kegelapan untuk dapat bertahan hidup.

Hewan yang hidup di dalam gua secara khusus menyesuaikan metabolisme dan sistem tubuh mereka. Hal ini memungkinkan mereka untuk menghuni ruang yang sangat sedikit atau tidak ada cahaya samasekali. Seiring waktu, beberapa hewan telah mengubah warna tubuh mereka dan yang lainnya kehilangan penglihatan. Beberapa bahkan mengubah sumber makanannya.

Contoh hewan yang hidup di gua

Beberapa spesies berikut memiliki karakteristik khusus untuk dapat bertahan hidup di gua besar dan gua kecil:

1. Beruang coklat

Gambar beruang cokelat

Mamalia karnivora besar ini berasal dari Amerika Utara dan Eurasia dan habitat utamanya adalah hutan. Mereka hidup hingga 30 tahun dan tingginya mencapai hampir 3 meter. Warna bulu beruang coklat bervariasi antara coklat muda dan coklat tua. Beruang-beruang ini mengganti bulunya setiap musim panas dan indra penglihatannya tidak berkembang dengan baik. Namun mereka bisa membedakan warna pada malam hari.

Karena beruang menghabiskan musim dinginnya dengan hibernasi, mereka memilih gua dan liang untuk bersembunyi. Di sini, mereka dapat menikmati tidur tanpa gangguan dan tanpa perubahan suhu tubuh. Ketika mereka bangun, mereka melahirkan anak mereka dan membesarkannya.

2. Cerpelai

Cerpelai

Mamalia ini hidup di Amerika Utara dan Eurasia dan memiliki naluri berburu yang hebat. Oleh karena itu, weasel alias cerpelai dapat mengalahkan mangsa yang beratnya mencapai sepuluh kali lipat dari mereka. Adapun soal morfologi, cerpelai memiliki tubuh panjang dan moncong kecil, mata dan ekstremitas besar, serta ekor pendek. Cerpelai merontokkan bulu mereka di musim panas.

Mamalia ini mendiami daerah yang jauh dari pemukiman manusia. Cerpelai lebih suka gua berbatu, tetapi mereka juga dapat memilih tumpukan kayu atau pohon tumbang sebagai rumah mereka.

3. Salamander buta Texas

Salamander buta Texas

Salamander buta Texas adalah amfibi yang hidup di gua-gua Texas dan menggunakan nama ilmiah Eurycea rathbuni. Hewan ini tidak mengandung pigmentasi di kulitnya yang sensitif terhadap perubahan arus air bawah tanah. Mereka bisa bertahan hingga tiga bulan tanpa makan dan tidak memiliki mata. Mereka mendeteksi pergerakan mangsanya, memiliki kepala datar, dan insang untuk bernapas saat berada di dalam air. Sayangnya, jumlah hewan ini terus menurun, dengan hanya tersisa sekitar 100 ekor saja.

4. Burung hantu elang Eurasia

Gambar Burung hantu elang Eurasia

Spesies burung ini hidup di Afrika, Asia, dan Eropa, dan Anda dapat menemukannya di berbagai habitat. Misalnya hutan beriklim sedang, tundra, stepa, dan daerah semi gurun. Mereka bersarang di gua, tebing, dan bekas sarang burung raptor. Burung hantu elang Eurasia sangat teritorial dan hidup sendiri, kecuali selama musim kawin. Mereka terbang langsung dan meluncur, dan Anda dapat mendengar suara mereka dari jarak lebih dari 1,5 km.

5. Kalajengking

Gambar kalajengking

Hampir 1400 spesies kalajengking yang berbeda ada di dunia. Salah satu ciri utama mereka adalah mereka memiliki penyengat di ujung ekornya, yang mereka gunakan untuk menyuntikkan racun. Terlebih lagi, mereka memiliki lengan dengan penjepit di ujungnya. Kalajengking mendiami medan berbatu dan berpasir, di bawah tanah, dan di gua-gua yang mereka buat sendiri. Mereka adalah makhluk yang bergerak sangat cepat dan memakan terutama serangga.

6. Kelelawar

Kelelawar

Tentu saja, jika kita berpikir tentang hewan yang hidup di gua, gambaran pertama yang muncul di benak adalah kelelawar. Kelelawar adalah mamalia plasenta bersayap. Ada hampir 110 spesies berbeda dari makhluk penghuni gua ini dan mereka ada di seluruh dunia dengan pengecualian Antartika. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia yang bisa terbang. Hewan terbang berbulu ini memainkan beberapa peran ekologis: mengendalikan wabah serangga, penyerbukan, dan menyebarkan benih.

Kebanyakan kelelawar adalah insektivora dan pemakan buah. Mereka memiliki kebiasaan nokturnal dan hidung serta telinganya memungkinkan mereka memancarkan dan memanfaatkan ultrasound, mencari lokasi makanan, dan mengetahui di mana mereka berada. Mereka tinggal di retakan dan celah dinding berbatu, kulit pohon, serta di ruang bawah tanah, gudang, dan di bawah jembatan.

Komentar