11 Hewan yang Memiliki Suara Paling Keras | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » 11 Hewan yang Memiliki Suara Paling Keras

11 Hewan yang Memiliki Suara Paling Keras

Hewan paling keras suaranya di dunia berteriak, mengaum, menggertak, dan melolong saat mereka mencari makanan, pasangan kawin, atau hanya mencoba mencari jalan pulang. Ada ikan paus yang lebih keras dari mesin jet, ada udang yang bisa membuat mangsanya pingsan dengan suaranya, dan ada monyet yang bisa terdengar suaranya sampai sejauh 5 kilometer.

Berikut ini adalah beberapa hewan di darat, laut, dan udara yang mengeluarkan suara paling memekakkan telinga.

1. Paus biru

Paus Biru

Paus biru, hewan terbesar yang pernah diketahui ada di bumi, memiliki suara panggilan yang mengesankan dengan ukurannya yang sangat besar. Suara paus biru mencapai 188 desibel – lebih keras dari suara mesin jet 140 desibel yang menderu-deru. Mereka membuat debaran, erangan, dan rintihan yang dapat didengar hingga sejauh 1.600 kilometer. Para peneliti telah menemukan bahwa paus biru telah menurunkan frekuensi panggilan mereka selama beberapa tahun terakhir. Perubahan iklim, air yang lebih hangat, dan kebisingan laut bisa menjadi penyebabnya.

2. Paus Sperma

Paus Sperma

Meskipun paus biru dianggap oleh sebagian besar kalangan sebagai hewan dengan suara paling keras, ada banyak cara untuk mengukur kenyaringan. Pada desibel murni, suara paus sperma lebih keras daripada paus biru karena kliknya telah tercatat pada angka 230 desibel. Paus sperma berkomunikasi pada frekuensi dan intensitas yang lebih rendah daripada paus biru, dan klik mereka berlangsung dalam semburan yang sangat singkat. Suaranya sering berada di luar ambang pendengaran manusia. Penelitian telah menemukan bahwa paus sperma tampaknya berbicara dalam dialek yang berbeda.

3. Udang Pistol

Udang Pistol

Terutama ditemukan di terumbu karang dan terumbu tiram, udang pistol (juga dikenal sebagai snapping shrimp) mengejutkan mangsanya dengan menutup kedua cakar mereka yang lebih besar dengan kecepatan sekitar 100 km/jam. Tindakan itu membentuk gelembung udara raksasa yang mengeluarkan bunyi gertakan keras saat meletus. Sekeras 200 desibel, suaranya cukup untuk membuat pingsan atau bahkan membunuh mangsa udang ini.

4. Monyet Howler

Monyet Howler

Dinamakan demikian karena teriakannya yang khas, monyet howler adalah yang terbesar dari semua monyet Dunia Baru. Ketika beberapa monyet howler mulai berteriak pada senja atau fajar, mereka sering terdengar suaranya sampai sejauh 5 kilometer, menyuruh monyet lain untuk menjauh. Monyet jantan memiliki tenggorokan yang besar dan ruang vokal berbentuk cangkang yang memberi mereka anatomi ideal untuk suara. Lolongan mereka telah direkam pada angka 140 desibel.

5. Kelelawar Bulldog

Kelelawar bulldog

Saat kelelawar menavigasi dan mencari makanan, mereka menggunakan suara panggilan dan gaung bernada tinggi. Ekolokasi ini membantu mereka, tetapi hanya dalam jarak pendek. Para peneliti memperkirakan bahwa kelelawar dengan frekuensi panggilan yang lebih tinggi akan menjangkau jarak yang lebih jauh dengan teriakan mereka yang lebih keras.

Dalam sebuah studi tahun 2008 yang diterbitkan di PLOS One, para peneliti menemukan bahwa kelelawar bulldog kecil (Noctilio albiventris) dan kelelawar bulldog besar (Noctilio leporinus) mencapai 137 desibel dan diperkirakan 140 desibel. Kelelawar juga membuat panggilan bernada rendah untuk memberi tahu kelelawar lain bahwa mereka ada di sekitar untuk menghindari tabrakan saat berburu.

6. Kakapo

Kakapo

Burung nuri (parrot) terbesar di dunia adalah juga burung yang paling keras suaranya. Burung yang terancam punah ini memiliki beragam kosakata yang mencakup suara mengoceh dan meringkik. Kakapo jantan mengeluarkan suara seperti dentuman sonik selama musim kawin. Kemudian, setelah 20 sampai 30 ledakan suara keras, mereka membuat panggilan “ching” metalik bernada tinggi. Ledakan suara keras bisa mencapai 132 desibel. Pola boom-ching ini dapat berlangsung terus menerus hingga delapan jam setiap malam selama dua hingga tiga bulan. Sangat berisik!

7. Singa

Raungan singa

Raja hutan ini bisa sangat menakutkan saat dia mengaum. Dalam sebuah studi 2011 di PLOS One, para peneliti menemukan bahwa kucing besar ini memiliki pita suara persegi yang datar. Sebagai perbandingan, manusia dan banyak hewan lain memiliki pita suara segitiga. Pita suaranya sangat elastis dan berlemak, sehingga memungkinkan kekuatan dan kelenturan tinggi saat bergetar. Singa dapat mengaum sekeras 114 desibel dan biasanya berlangsung selama 90 detik.

8. Bushcricket

Bushcricket

Spesies jangkrik yang baru ditemukan kembali ini memiliki nyanyian panggilan sekeras gergaji mesin yang digunakan pejantan untuk menarik perhatian betina. Para peneliti menemukan bahwa katydid (bushkriket, Arachnoscelis arachnoides) jantan bernyanyi pada kecepatan sekitar 74 kHz, menggunakan “stridulasi,” di mana satu sayap bertindak sebagai pengerik yang bergesekan dengan sederet alur mirip gigi di sayap lain. Gerakan tersebut menghasilkan tingkat suara yang tinggi sekitar 110 desibel.

9. Oilbird

Oilbird

Burung nokturnal ini, yang dikenal sebagai guácharo di negara asalnya di Amerika Selatan, menggunakan ekolokasi untuk bernavigasi di rumah gua yang gelap. Dalam studi, peneliti mengukur klik mereka hingga 100 desibel. Tidak seperti panggilan kelelawar, suara burung oilbird berada dalam jangkauan pendengaran manusia, menurut National Geographic, dan bisa hampir memekakkan telinga ketika sekelompok besar burung pulang untuk bertengger.

10. Water Boatman

Water Boatman

Sehubungan dengan ukurannya, serangga water boatman adalah hewan paling keras di bumi menurut Australian Geographic. Mereka juga satu-satunya yang membuat suara memekakkan telinga menggunakan organ seks. Suara panggilan yang diproduksi oleh water boatman jantan dibuat saat menggosok alat kelaminnya di gerigi di ruas perutnya. Hasilnya adalah suara 99 desibel yang dapat didengar oleh manusia di seberang kolam.

11. Katak Coqui Biasa

Katak Coqui Biasa

Coqui adalah katak pohon kecil yang diberi nama sesuai dengan panggilan keras pejantannya, “ko-kee.” Pejantan sering menanggapi bagian pertama panggilan, sedangkan betina tertarik pada bagian kedua. Katak ini adalah masalah di Hawaii, di mana mereka tidak memiliki musuh alami dan telah mencapai populasi lebih dari 10.000 ekor per acre (0,4 hektar) di beberapa daerah. Panggilan mereka sekeras 80 hingga 90 desibel dibandingkan dengan mesin pemotong rumput dan telah menyebabkan malam-malam yang berisik bagi penduduk setempat dan turis.

Komentar