7 Penyebab Bobot Kucing Turun Meski Doyan Makan | Si Binatang
Home » Kucing » 7 Penyebab Bobot Kucing Turun Meski Doyan Makan

7 Penyebab Bobot Kucing Turun Meski Doyan Makan

Banyak dari kita yang sadar akan risiko memberi makan kucing peliharaan secara berlebihan. Obesitas pada kucing dapat sangat memengaruhi banyak aspek kesehatan dan kesejahteraannya. Namun jika kucing terlalu kurus, masalah kesehatan serupa akan terjadi. Kucing yang kekurangan gizi tidak hanya tidak siap menghadapi ancaman terhadap kesehatannya, tetapi juga bisa menjadi gejala penyakit yang mendasarinya. Untuk alasan ini, penting untuk memberi kucing makanan dalam jumlah yang tepat dan memastikan kualitasnya memadai.

Kucing kerempeng

Anda mungkin pernah mengamati bahwa bahwa Anda semakin kurus tetapi masih doyan makan. Di artikel ini kami menjelaskan alasan kucing mengalami penurunan berat badan meskipun mereka harus mengasup tingkat nutrisi yang tepat. Kami juga menunjukkan kepada Anda apa yang bisa Anda lakukan.

Berat badan kucing turun

Saat kita memiliki kucing yang kelebihan berat badan di rumah, kita perlu mengontrol porsi makanannya dan mendorongnya berolahraga. Meskipun ada beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan kucing menjadi gemuk, terlalu banyak makanan, nutrisi yang buruk, dan gaya hidup yang tidak banyak bergerak adalah beberapa faktor terbesar.

Ketika kucing mengalami penurunan berat badan, meskipun sudah diberi makanan yang cukup, masalahnya biasanya sedikit lebih kompleks. Dua pertimbangan yang sangat penting untuk dilakukan adalah seberapa banyak bobot kucing turun dan seberapa cepat hal itu terjadi.

Meskipun penurunan berat badan yang cepat bisa menjadi masalah tersendiri, yang lebih mengkhawatirkan adalah hal itu merupakan gejala masalah kesehatan yang serius pada kucing. Jika kucing masih makan dengan normal tetapi berat badannya turun, implikasinya adalah penyakit tertentu mencegahnya memetabolisme makanan dengan benar. Kondisi fisik dapat menimbulkan masalah ini, tetapi penting untuk dicatat bahwa masalah psikologis dan perubahan lingkungan juga dapat menjadi faktor penyebab.

Penyebab utama kucing kehilangan berat badan meski masih suka makan adalah:

– Hiperaktivitas

– Stres psikologis

– Perubahan pola makan

– Hipertiroidisme

– Penyakit gastrointestinal

– Diabetes

– Parasit

Pada bagian di bawah ini, kami menguraikan setiap penyebab penurunan berat badan yang berlebihan pada kucing serta apa yang dapat Anda lakukan. Penting juga untuk diketahui bahwa cara makan kucing juga dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraannya.

1. Hiperaktivitas

Jumlah energi yang dibutuhkan kucing sepanjang hari bergantung pada berbagai faktor. Banyak di antaranya terkait dengan genetika. Misalnya, beberapa ras kucing diketahui perlu mengeluarkan lebih banyak energi (seperti kucing Bengal), sementara yang lain biasanya sedikit lebih santai (kucing Bombay).

Kucing hiperaktif membutuhkan lebih banyak olahraga dan aktivitas fisik untuk melepaskan kelebihan energinya. Mereka juga cenderung memiliki metabolisme yang tinggi, yang berarti mereka dengan cepat membakar kalori yang dihasilkan dari asupan makanan mereka. Makanan yang kita berikan pada kucing hiperaktif akan lebih cepat dibakar dibandingkan dengan makanan yang kita berikan pada kucing dengan metabolisme yang lebih lambat.

Anda mungkin telah menggunakan pedoman yang benar tentang berapa banyak makanan yang harus dimakan kucing dengan ukuran tertentu, tetapi mungkin saja Anda belum mengetahui hiperaktivitasnya. Ketika kucing menjadi kurus karena hiperaktif, Anda perlu menambah porsi makannya atau memberikan makanan yang memiliki nilai gizi berbeda. Mereka kemungkinan membutuhkan protein yang lebih tinggi dan karbohidrat yang lebih rendah, tetapi Anda tetap harus memeriksakan kucing ke dokter hewan.

Baca Juga:  Seberapa Banyak Makanan yang Harus Diberikan pada Kucing?

2. Stres psikologis

Meskipun kita perlu mempertimbangkan masalah fisik yang menyebabkan penurunan berat badan pada kucing, masalah psikologis mungkin bisa menjadi faktornya. Saat kucing sedang stres, mereka mungkin tidak mau makan karena cemas. Meski demikian, banyak kucing yang mengalami stres tetap dapat melahap makanannya, tetapi kondisi gugupnya membuat mereka tidak bisa menahannya. Inilah sebabnya mengapa kita mungkin pernah melihat kucing muntah serta menunjukkan tanda stres lainnya.

Jika kucing memiliki akses ke luar ruangan, kita mungkin tidak dapat melihat bukti muntahnya. Ini akan menjelaskan mengapa kucing mengalami penurunan berat badan, meskipun dia tampak memiliki nafsu makan yang normal.

Penyebab stres pada kucing sangat banyak dan kita perlu melihat konteks tiap individu. Kucing adalah makhluk rutinitas. Setiap perubahan pada rutinitas ini bisa membuat mereka kesal. Perubahan tersebut termasuk pindah rumah, kedatangan bayi baru di rumah, mengadopsi hewan peliharaan baru, atau mengubah jadwal Anda sendiri. Mengatasi masalah ini dan memberikan keamanan lebih pada kucing akan membantu mengurangi efek stres.

3. Perubahan pola makan

Kucing kurus

Aspek penting lainnya dari rutinitas kucing melibatkan makanan yang mereka makan. Jika kita mengubah waktu kita memberi mereka makanan, itu bisa menyebabkan mereka tidak mau makan. Selain itu, jenis makanannya juga vital. Beberapa kucing dapat menjadi sangat rewel dalam hal merek dan jenis makanan yang mereka makan. Saat kita mengganti merek makanan kucing, ada kemungkinan mereka akan makan lebih sedikit dan berat badannya turun.

Membandingkan makanan basah dan makanan kering, kita melihat bahwa makanan basah memiliki lebih banyak protein dan lebih sedikit karbohidrat daripada makanan kering. Biasanya makanan basah juga memiliki lebih banyak lemak. Jika kita mulai memberi kucing hanya makanan kering, ada kemungkinan hal ini menyebabkan berat badan kucing turun.

Banyak pemilik kucing ingin memberi kucingnya menu makanan terbaik dan akan memilih makanan buatan sendiri untuk melakukannya. Namun kita perlu memastikan tingkat nutrisi seimbang untuk kebutuhan khusus kucing kita. Ada kemungkinan memberikan kucing makanan buatan sendiri seperti menu makanan mentah BARF menyebabkan mereka kekurangan nutrisi tertentu dan mengakibatkan kucing menjadi kurus.

4. Hipertiroidisme

Umumnya, jika kucing Anda kurus karena suatu penyakit atau kondisi kesehatan, gejala lain juga akan terlihat. Jika kucing mengidap kanker, misalnya, mereka mungkin juga mulai kehilangan bulu dan kehilangan energi.

Juga dikenal sebagai tiroid yang terlalu aktif, hipertiroidisme mungkin tidak memiliki banyak gejala lain yang terlihat. Faktanya, masalahnya mungkin asimtomatik untuk jangka waktu yang lama, bahkan jika terjadi kerusakan internal. Salah satu gejala paling awal adalah kucing Anda akan kehilangan berat badan, meskipun mereka makan dengan normal.

Hipertiroidisme adalah saat tiroid memproduksi hormon T3 dan T4 secara berlebihan pada kucing yang menyebabkan gejala bermasalah. Ini dapat diobati dengan obat-obatan dan pembedahan, tetapi semakin dini diagnosisnya semakin baik. Inilah mengapa kita tidak boleh mengabaikan perubahan pada kesehatan kucing.

Baca Juga:  Apakah Kucing Bisa Bosan Makan Makanan yang Sama?

5. Penyakit gastrointestinal

Karena sistem gastrointestinal adalah tempat terjadinya proses metabolisme makanan, penyakit apa pun yang memengaruhi sistem ini dapat memiliki efek tidak langsung. Penyakit gastrointestinal semacam itu pada kucing meliputi:

– Radang usus besar

– Feline Enteric Coronavirus

– Radang perut

– Obstruksi gastrointestinal

– Penyakit radang usus (IBS)

– Kanker pencernaan

Jika kucing Anda menderita salah satu masalah ini, efek yang dihasilkan pada metabolisme bisa berarti kucing tetap makan, tetapi tidak menyerap nutrisinya dengan baik. Ini berarti kucing tampaknya makan dengan normal, tetapi menjadi kurus seiring waktu.

Penurunan berat badan kucing hanyalah salah satu gejala penyakit gastrointestinal. Setiap penyakit memiliki penyebab dan pengobatan yang spesifik, tetapi beberapa di antaranya sangat serius dan berpotensi fatal. Bawalah kucing Anda ke dokter hewan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

6. Diabetes mellitus

Sayangnya, penyakit seperti diabetes melitus pada kucing terus meningkat. Diabetes melitus menyebabkan tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup. Karena insulin yang diproduksi tidak cukup, kucing tidak dapat menyeimbangkan kadar glukosa di dalam darah. Ada berbagai gejala diabetes pada kucing, meskipun kemungkinan kucing akan asimtomatik pada tahap awal.

Selain penurunan berat badan, kucing pengidap diabetes melitus mungkin mengalami depresi, muntah, diare, dehidrasi, dan bahkan gangguan fungsi motorik. Jika kucing tidak mendapat perawatan, ini bisa berakibat fatal. Jika Anda mencurigai kucing Anda mengidap diabetes, bawalah ke dokter hewan. Dokter kemungkinan besar akan mengubah pola makan kucing ke pilihan rendah karbohidrat dan kemungkinan akan memberikan suntikan insulin setiap hari.

7. Parasit

Ada berbagai jenis parasit internal yang menyerang kucing. Mereka dapat mempengaruhi berbagai bagian tubuh, tetapi ketika mereka menghuni sistem pencernaan, mereka dapat mempengaruhi metabolisme. Oleh karena itu, parasit usus pada kucing menjadi penyebab potensial mengapa kucing Anda kurus meski tetap makan dengan baik. Jenis parasit kucing meliputi:

– Cacing gelang

– Cacing tambang

– Giardia

– Physaloptera

– Coccidia

– Cacing pita

Parasit sering kali tidak hanya menghabiskan sumber dayanya, tetapi juga dapat mencegah saluran usus berfungsi dengan baik. Akibatnya kucing sering kali mulai menurunkan berat badan.

Karena parasit usus hidup di dalam tubuhnya, sulit untuk mengetahui tanda-tanda infestasi. Inilah sebabnya mengapa kita perlu memperhatikan gejala lain seperti lesu, muntah, diare, dan tanda-tanda sisa telur di dalam tinja. Banyak alasan mengapa kucing mengalami penurunan berat badan memiliki gejala yang serupa, itulah sebabnya sangat penting untuk pergi ke dokter hewan. Jika dokter mencurigai parasit, mereka akan melakukan pengujian spesifik dan memberikan obat antiparasit yang sesuai.

Komentar