Apa Saja Makanan Babi? – Jenis Makanan Babi Ternak dan Babi Peliharaan | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » Apa Saja Makanan Babi? – Jenis Makanan Babi Ternak dan Babi Peliharaan

Apa Saja Makanan Babi? – Jenis Makanan Babi Ternak dan Babi Peliharaan

Sama seperti manusia, babi adalah omnivora, artinya mereka akan memakan tumbuhan dan hewan. Mereka akan makan hampir apa saja.

Babi adalah peramban alami dan pemakan oportunistik yang baik. Babi liar dan babi hutan akan memakan berbagai macam bahan makanan seperti tumbuh-tumbuhan, akar, buah-buahan, telur, dan bahkan bangkai hewan. Mereka memiliki sistem pencernaan yang efisien dan dapat memproses berbagai macam makanan.

Kemampuan mencari makan yang sangat baik ini memungkinkan babi untuk bertahan hidup di berbagai daerah dan iklim. Mereka dapat bertahan hidup di mana saja selama ada sedikit makanan dan air yang tersedia.

Gambar babi makan

Bahan Pakan Babi

Babi domestik (babi peternakan, babi pedaging, babi peliharaan) umumnya diberi makan jagung, tepung kedelai, gandum, atau pakan berbasis biji-bijian pertanian, tidak seperti sepupu liar mereka. Bahan-bahan ini digunakan karena mudah dicerna, tinggi karbohidrat, kalsium, dan rendah serat. Namun babi juga membutuhkan vitamin dan mineral untuk menunjang kesehatan yang baik.

Vitamin, mineral, dan nutrisi lain dapat ditambahkan melalui bahan makanan lain (seperti buah dan sayuran) atau dapat diberikan ke babi Anda dengan menggunakan pakan babi komersial yang dicampur.

Jenis Pakan Babi

Pakan babi komersial dan ‘siap pakai’ biasanya tersedia di toko pakan atau pabrik pakan ternak. Pakan babi komersial bisa hadir dalam berbagai bentuk dan campuran, semuanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi babi selama periode tertentu dalam hidupnya. Pakan babi komersial dapat dicampur sebelumnya dengan vitamin dan mineral, antibiotik, atau bahkan probiotik. Pakan yang memiliki tambahan antibiotik dan probiotik biasanya disebut sebagai pakan babi yang diberi obat.

Saat membesarkan babi, mereka perlu diberi makan makanan yang seimbang untuk mendapatkan hasil terbaik. Juga penting bahwa mereka harus diberi persediaan air bersih yang konstan. Air sangat penting dalam makanan babi. 1/2 sampai 2/3 dari berat badan babi adalah air. Air juga berhubungan langsung dengan makanan yang dikonsumsinya, oleh karena itu babi Anda harus memiliki persediaan air yang segar dan bersih setiap saat jika Anda ingin memaksimalkan pertumbuhannya.

Pengaruh Ras Babi pada Makanan Mereka

Jenis babi, sampai batas tertentu, dapat menentukan makanan apa yang harus mereka makan. Babi yang dipelihara untuk diambil dagingnya membutuhkan makanan yang sedikit berbeda jika dibandingkan dengan babi yang dipelihara sebagai hewan peliharaan rumahan.

Pemilik babi jenis Vietnamese Pot-bellied perlu memberi mereka makanan yang berbeda dengan babi yang diperuntukkan untuk konsumsi, seperti babi Large White.

Beberapa ras babi merupakan peramban yang lebih baik daripada yang lain. Trah babi tradisional seperti Gloucester Old Spot sangat pandai mencari makan di padang rumput. Breed babi tradisional umumnya menambah bobot pada tingkat yang lebih lambat bila dibandingkan dengan breed babi komersial modern, oleh karena itu kebutuhan untuk memberi mereka pakan babi spesialis bisa lebih sedikit.

Bagaimanapun, ras babi tradisional umumnya lebih kuat, jadi mungkin lebih cocok untuk tempat di mana cuaca atau iklim lebih ekstrim.

Pengaruh Usia pada Makanan Babi

Babi makan

Usia babi adalah salah satu faktor terbesar untuk menentukan apa yang bisa dimakannya. Ada jenis pakan tertentu yang tersedia dalam berbagai tahap kehidupan.

Memberi Makan Anak Babi yang Sudah Disapih

Anak babi muda mulai menunjukkan minat pada makanan padat sejak usia tiga minggu. Setelah mereka mulai menunjukkan minat pada pakan padat, proses penyapihan dapat dimulai.

Selama proses penyapihan, anak babi pertama kali diberi akses pakan padat selain ASI. Selama beberapa minggu, anak babi secara bertahap disapih dari susu induknya dan diberi makanan padat; sampai induk babi dipisahkan sepenuhnya pada sekitar sepuluh sampai dua belas minggu.

Selama proses penyapihan, mereka diberi makan jenis pakan tertentu yang dirancang untuk kebutuhan nutrisinya pada usia ini. Jenis pakan ini biasanya menggunakan nama pakan sapih, pakan starter, pakan anak babi, atau nama lain yang serupa.

Baca Juga:  Bisakah Babi Makan Semangka? Ini yang Perlu Anda Ketahui

Memberi Makan Babi yang dalam Tahap Pembesaran

Setelah proses penyapihan selesai, bobot digunakan untuk menentukan jenis pakan apa yang harus dipakai selanjutnya. Babi dengan berat antara 18 hingga 56 kg disebut sebagai “growing pigs” alias babi yang sedang dalam masa pertumbuhan atau pembesaran. Babi dengan berat antara 56 kg sampai 104 kg disebut “finishing pigs” alias babi yang sudah selesai tumbuh / dewasa / siap dijual.

Selama dua tahap ini, babi biasanya ditempatkan pada jenis pakan yang sedikit berbeda. Babi yang sedang tumbuh biasanya diberi makan pakan jenis pertumbuhan / grower, biasanya padat nutrisi dan mengandung sejumlah protein.

Seiring bertambahnya usia babi dan bertambahnya berat badan, mereka membutuhkan lebih banyak protein. Oleh karena itu, pada tahap akhir atau finishing, babi dapat diberi pakan jenis finishing yang memiliki kandungan mineral lebih sedikit dan mengandung lebih banyak protein – jika dibandingkan dengan pakan grower.

Produsen pakan, dan mereka yang membuat pakan babi sendiri, semuanya memiliki variasi yang berbeda pada campuran spesifik yang digunakan untuk jenis pakan ini. Namun secara umum, mereka cenderung masuk dalam tiga kategori dasar ini, yaitu: pakan sapih, pakan pertumbuhan, dan pakan akhir.

Pengaruh Tujuan Pembesaran Babi Terhadap Pakannya

Tujuan seekor babi dibesarkan juga menentukan jenis pakan yang dibutuhkannya. Babi yang dipelihara untuk produksi daging pada umumnya akan mengikuti jalur pakan sapih, pakan pertumbuhan, dan kemudian pakan akhir seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Jika Anda memelihara babi betina indukan, mereka membutuhkan pakan yang berbeda jika dibandingkan dengan babi yang dipelihara untuk diambil dagingnya. Setelah babi betina mencapai usia kawin, Anda tidak perlu menggemukkannya untuk disembelih, oleh karena itu pakan jenis breeder lebih cocok untuk babi dalam kategori ini. Jenis pelet ini tinggi nutrisi dan mengandung lebih sedikit protein.

Jika Anda memelihara babi sebagai hewan peliharaan rumahan, maka aturan yang sama berlaku. Anda tidak boleh menambah bobot yang tidak perlu, oleh karena itu mereka harus diberi makan pelet jenis breeder atau jenis pellet babi khusus yang dirancang untuk tujuan ini. Pemilik babi peliharaan, babi mikro, dan babi Vietnamese Pot-bellied, serta babi yang digunakan dalam pengelolaan lahan perlu mempertimbangkan hal ini.

Jika Anda berencana untuk memasukkan babi ke dalam kontes atau event peternakan, Anda perlu mempertimbangkan untuk menggunakan pakan babi spesialis yang dirancang untuk tujuan ini. Untuk babi kontes, peternak yang berbeda memiliki preferensi sendiri tentang metode pemberian makan apa yang cocok untuk mereka. Anda harus bereksperimen dan bertanya-tanya serta mencari tahu apa yang cocok untuk babi Anda. Carilah info di forum babi atau komunitas peternak / pemelihara babi.

Baca Juga: Seberapa Cerdas dan Emosional Babi? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Cara Memberi Makan Babi

Babi umumnya harus diberi makan dua kali sehari, menggunakan bak atau sistem pemberian makan lainnya. Berapa banyak makanan yang Anda berikan bergantung pada usia mereka, jenis mereka, dan apakah mereka memiliki akses ke jenis makanan lain.

Sebagian besar pakan babi komersial dilengkapi dengan instruksi tentang cara pemberiannya, jadi periksa label atau dokumen apa pun yang disertakan dalam pakan babi Anda untuk memastikan Anda memberi makan sesuai porsi yang ditentukan. Jika tidak ada instruksi dalam pakan babi Anda, maka konsultasikan dengan toko pakan. Mereka mungkin akan memberi Anda saran tentang jumlah yang harus digunakan.

Dalam hal memberi makan babi, aturan praktisnya adalah babi membutuhkan setengah kilogram makanan untuk setiap usia satu bulannya, hingga maksimal 2,7 kg per hari. Jangan memberi makan babi Anda lebih dari ini. Anda akan membuang-buang uang Anda dan membuat babi Anda kegemukan. Hanya babi betina yang sedang menyusui yang membutuhkan lebih banyak makanan dari ini. Gunakan timbangan untuk memastikan jumlah pakan Anda sudah benar.

Baca Juga:  Seberapa Cerdas dan Emosional Babi? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Aturan praktis lainnya adalah semua pakan harus dimakan dalam waktu 20 hingga 30 menit. Seharusnya tidak boleh ada pakan yang tersisa setelah jangka waktu ini. Jika babi Anda tidak bisa menghabiskan pakannya, secara bertahap kurangi asupan pakannya sampai tidak ada sisa makanan yang berlebih. Sebaliknya, jika babi Anda tidak menyisakan makanannya, Anda secara perlahan dapat mulai menambah jatah pakannya lagi sehingga membantunya menambah berat badan.

Jika babi Anda memiliki akses ke sumber makanan alami (pohon buah-buahan, rumput lebat, atau padang rumput), ini harus diperhitungkan. Sumber makanan alami dapat dimanfaatkan untuk keuntungan Anda karena dapat membantu mengurangi biaya pakan lainnya. Babi yang diumbar di padang rumput umumnya membutuhkan lebih sedikit pakan babi daripada yang dipelihara di dalam kandang atau di tempat yang hanya memiliki sedikit atau tidak ada tumbuhan.

Demikian juga, Anda bisa melengkapi pakan babi Anda dengan bahan makanan lain seperti silase, jerami, buah-buahan, dan sayuran. Jika Anda memberi makan buah dan sayuran dalam jumlah besar, kurangi jumlah pakan harian dengan rasio 1: 4. Jika Anda memberi makan babi Anda dengan jerami atau silase, pastikan itu bebas dari jamur. Silase berjamur berpotensi mengandung bakteri berbahaya seperti Listeria. Hal ini sangat penting terutama saat menangani induk babi yang hamil karena dapat menyebabkan mereka keguguran.

Pastikan Anda menyimpan pakan babi di tempat yang kering dan aman. Jangan pernah memberi babi makanan lawas, basah, atau berjamur karena dapat membahayakan mereka atau bahkan membunuh mereka.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa bahan makanan tambahan dapat sedikit memengaruhi rasa daging babi. Diketahui bahwa babi yang diberi makan biji ek dan apel dalam jumlah besar cenderung memiliki rasa daging yang lebih manis. Ada produsen khusus daging babi dan ham yang memberi makan babi mereka dengan makanan khusus seperti ini dan harga eceran daging babi mereka sangat tinggi. Banyak juga yang memberi babi mereka makanan sisa dapur atau rumah makan.

Kesimpulan

Seperti yang Anda lihat, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan saat memberi makan babi. Usia dan tujuan pemeliharaan babi adalah dua hal terpenting. Kita juga telah membahas bahwa ada jenis pakan tertentu yang dirancang untuk tugas dan tahapan tertentu dalam pemeliharaan babi.

Satu hal yang sangat jelas dalam panduan pakan babi ini adalah babi Anda harus diberi makan makanan bergizi dan seimbang untuk membantu memaksimalkan pertumbuhannya. Selain itu, jangan lupa bahwa air sama pentingnya dengan memberi makan babi Anda, jadi pastikan mereka memiliki akses ke air segar setiap saat.

Indikator yang baik untuk mengetahui apakah Anda sudah memberikan makanan babi dengan benar atau tidak adalah dengan melihat kotorannya. Ini adalah jendela untuk mengetahui kesehatan usus mereka. Kotoran babi yang sehat tampak padat dan cukup keras, seharusnya tidak encer. Jika kotoran babi Anda seperti ini, berarti pakan yang Anda berikan sudah benar.

Jika babi mengeluarkan kotoran yang sangat lunak atau encer, cobalah mengubah pola makannya. Jika mereka mengalami diare, mereka mungkin sakit, dalam hal ini mungkin yang terbaik adalah menghubungi dokter hewan – ini sangat penting saat menangani anak babi.

Tags:

Komentar