Apakah Anjing Bisa Terkena Tetanus Seperti Kita Manusia? | Si Binatang
Home » Anjing » Apakah Anjing Bisa Terkena Tetanus Seperti Kita Manusia?

Apakah Anjing Bisa Terkena Tetanus Seperti Kita Manusia?

Tetanus adalah kondisi mematikan yang menyumbat saraf dan menyebabkan kontraksi pada otot. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, yaitu sejenis bakteri yang menghasilkan racun yang disebut tetanus toxemia.

Tetanus pada anjing

Bakteri ini sering ditemukan di tanah dan kotoran dan dapat menginfeksi tubuh melalui luka sayat atau tusukan yang dalam. Luka dapat menutup dan sembuh, tetapi bakteri tetap berada di dalam tubuh, di mana mereka dapat tumbuh dan menyebar. Jika tidak ditangani dengan baik, pada akhirnya ini akan mengeluarkan racun saraf yang memicu kontraksi parah di tubuh, dehidrasi, dan rahang terkunci atau kaku.

Bakteri mempengaruhi sebagian besar mamalia, termasuk manusia. Dan meskipun dulu tetanus dianggap sangat mematikan, sekarang ini bisa dihindari dan juga diobati, asalkan dideteksi sejak dini. Pilihan terbaik untuk melawan penyakit ini adalah dengan suntikan antitoksin serta suntikan imunisasi untuk menghindari bakteri.

Bagaimana dengan anjing peliharaan Anda yang suka menghabiskan banyak waktu di halaman menggali tanah dan kotoran? Bisakah anjing terkena tetanus? Jawabannya adalah ya, anjing bisa saja terkena infeksi tetanus, meski sangat jarang.

Apakah Anjing Anda Menderita Tetanus?

Salah satu cara paling umum anjing dapat terinfeksi tetanus adalah jika mereka menginjak benda tajam yang terkontaminasi dengan Clostridium tetani dan spora bakteri terkubur jauh di dalam jaringan. Ada juga beberapa kasus langka di mana tetanus ditularkan melalui gigitan anjing lain atau hewan lain.

Jika Anda menduga anjing kesayangan Anda menderita tetanus, amati dia dengan sangat hati-hati dan periksa gejala-gejala berikut:

  • Kaki kaku saat berdiri tegak
  • Kejang otot
  • Mengiler
  • Kekakuan ekor
  • Kekakuan pada leher dan rahang
  • Ekspresi wajah seperti menyeringai
  • Telinga tegak
  • Muka bengkak
  • Gejala dehidrasi
  • Kesulitan makan
  • Kesulitan dalam bernafas
  • Sembelit
  • Demam
  • Kejang
Baca Juga:  Apakah Anjing Pomeranian Galak (Agresif)?

Jika tidak diobati sejak dini, tetanus bisa berakibat fatal bagi anjing Anda. Namun satu-satunya cara akurat untuk mendiagnosis tetanus adalah dengan menemui dokter hewan profesional. Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap pada anjing Anda dan menguji detak jantung, tekanan darah, suhu, dan refleksnya. Jika klinik dilengkapi dengan elektromiografi, mereka akan dapat merekam aktivitas listrik otot.

Jika dokter hewan menganggap infeksi tetanus mungkin terjadi, tes laboratorium perlu dilakukan, seperti CBC (pemeriksaan darah lengkap), urinalisis, dan profil kimia darah. Jumlah sel darah putih yang tinggi dalam tes CBC mungkin mengindikasikan infeksi bakteri; peningkatan kreatin fosfokinase dapat menunjukkan adanya toksin saraf; dan terakhir, urinalisis dapat menunjukkan protein tertentu yang berhubungan dengan kontraksi otot.

Bagaimana Cara Mengobati Tetanus pada Anjing?

Anjing Terkena Tetanus

Jika anjing Anda kakinya tertusuk benda tajam, langkah pertama adalah mencari bantuan medis. Jika Anda tidak dapat segera membawa anjing Anda ke dokter hewan, bersihkan area yang terluka sebaik mungkin. Setelah pendarahan berhenti, hindari menutup luka terlalu ketat karena oksigen di udara akan menghalangi pertumbuhan bakteri. Penting untuk membawa anjing Anda ke dokter hewan setelah membersihkan lukanya.

Hal pertama yang akan dilakukan dokter hewan adalah menstabilkan anjing Anda. Dokter hewan dapat memasukkan cairan intravena melalui suntikan, dan tergantung beratnya gejala, dokter juga dapat menggunakan terapi oksigen untuk menghindari kegagalan pernapasan.

Langkah selanjutnya adalah mencegah racun mempengaruhi tubuh sehingga dokter hewan dapat mengobati anjing Anda dengan antitoksin (immunoglobulin tetanus), antibiotik (metronidazol), relaksan otot (baclofen), antikonvulsan (diazepam), dan obat penenang yang kuat (acepromazine). Anjing Anda akan diobservasi dan dirawat inap di klinik atau rumah sakit sampai dia stabil.

Baca Juga:  Jenis-jenis Aroma yang Paling Dibenci Anjing

Bergantung pada tingkat keparahan infeksi dan seberapa awal perawatan diterapkan, mungkin perlu beberapa waktu sebelum anjing Anda kembali normal. Istirahatkan anjing Anda di ruangan yang tenang untuk memulihkan diri, dan jika ada kejadian rahang terkunci, Anda harus sangat berhati-hati selama waktu makan.

Dokter hewan akan menginstruksikan cara memberi makan anjing Anda dengan benar, meskipun makanan lunak atau cair mungkin diperlukan untuk beberapa waktu.

Apa Kemiripan Tetanus pada Anjing dan Manusia?

Antara manusia dan anjing, ada banyak kesamaan dalam cara gejala tetanus bermanifestasi:

Kekakuan otot: Kekakuan otot terjadi karena meningkatnya jumlah kejang otot tetanik.

Rahang terkunci/kaku: Gejala stadium akhir penyakit.

Kesulitan menelan dan bernapas: Tanpa perawatan yang tepat, neurotoksin pada akhirnya akan mencapai otot paru-paru dan membuat anjing lebih sulit untuk bernapas.

Dehidrasi dan kelaparan: Karena rahang kaku, orang atau anjing yang terinfeksi tidak akan dapat minum atau menelan air, mengakibatkan dehidrasi parah.

Kematian: Jika tidak diobati dengan benar, tetanus pada akhirnya dapat membunuh hewan atau orang yang terinfeksi akibat sesak napas.

Hal lain yang perlu Anda ketahui adalah tetanus paling sering ditemukan pada manusia, sapi, domba, kambing, babi, kuda, dan anjing. Namun infeksi tetanus sangat jarang terjadi pada kucing, burung, dan hewan pengerat.

Komentar