17 Makanan Manusia Paling Berbahaya untuk Kucing | Si Binatang
Home » Kucing » 17 Makanan Manusia Paling Berbahaya untuk Kucing

17 Makanan Manusia Paling Berbahaya untuk Kucing

Tidak seperti beberapa hewan peliharaan lainnya, kucing diyakini aman jika dibiarkan sendirian dengan makanan manusia, tetapi faktanya tidak selalu demikian. Kucing adalah hewan yang selalu ingin tahu yang mungkin memakan sesuatu yang hanya dimaksudkan untuk konsumsi manusia.

Kucing Mau Makan

Makanan beracun untuk kucing meliputi anggur dan kismis, kafein, alkohol, cokelat, alpukat, dan ikan tuna yang berlebihan. Kucing biasanya tidak toleran laktosa dan tidak boleh mengonsumsi produk susu, seperti susu, krim, dan keju. Selain itu, hindari memberi makan kucing Anda daging dan ikan mentah karena risiko keracunan bakteri.

Jauhkan kucing dari makanan manusia karena mereka akan penasaran dengan apa yang belum pernah mereka rasakan. Namun jika kucing Anda telah mengembangkan selera pada makanan itu, Anda perlu mencari tahu bahan mana yang berbahaya atau bahkan mematikan.

Bisakah Kucing Makan Makanan Manusia?

Kucing memiliki jumlah indera perasa yang terbatas. Ini tidak berarti bahwa mereka kebal terhadap daya tarik makanan manusia. Kucing adalah peniru alami dan dia mungkin melihat Anda makan sesuatu dan berasumsi bahwa dia juga bisa mencicipinya.

Selain itu, kucing bersifat teritorial. Seekor kucing menjalankan filosofi sederhana: “milikku adalah milikku, dan milikmu juga milikku.” Hal ini dapat meluas ke konsumsi makanan. Jadi kucing dapat mencuri makanan manusia dari piring Anda atau dapur saat Anda keluar dari ruangan tanpa memperhatikannya.

Kucing memiliki perut yang lembut dan banyak makanan manusia tidak cocok dengan pencernaan mereka. Jika kucing Anda makan makanan yang sama dengan Anda, dia bisa mulai merasa tidak nyaman. Tentu saja, beberapa bahan makanan lebih berbahaya daripada yang lain.

Makanan Apa yang Dilarang Dimakan Kucing?

Idealnya, kucing hanya boleh makan makanan kucing. Tidak ada untungnya membiarkan kucing Anda mengembangkan selera pada makanan manusia, tetapi itu terjadi sepanjang waktu. Makanan apa pun dapat berpotensi berbahaya bagi kucing karena bahan beracun yang tidak diketahui. Terkadang bahan berbahaya tersebut ditambahkan oleh produsen dan terkadang muncul secara alami.

Selain itu, kucing terkadang dapat mengembangkan reaksi alergi terhadap makanan manusia, jadi penting untuk mengetahui tanda-tandanya:

– Muntah dan diare

– Gas dan perut kembung

– Iritasi kulit (menggaruk, wabah gatal-gatal, dan bercak merah)

– Batuk dan bersin

– Sesak napas

Jika kucing Anda cenderung memakan makanan manusia, Anda perlu tahu apa yang beracun dan berbahaya. Berikut adalah beberapa bahan makanan yang harus dijauhkan dari kucing:

1. Susu

Kucing terkadang menyukai susu dan krim karena kandungan lemaknya yang tinggi. Tapi sayangnya minum susu atau makan keju bisa menyebabkan gas, kembung, dan gangguan perut. Menurut Australian Veterinary Journal, tubuh kucing tidak dapat mencerna laktosa. Sebaliknya, zat ini tetap berada di saluran pencernaan sampai dibersihkan melalui tinja.

2. Cokelat

Cokelat bisa mematikan bagi kucing karena adanya alkaloid yang disebut theobromine. Menurut Journal of Small Animal Practice, alkaloid ini berpotensi menyebabkan gagal jantung.

Theobromine ditemukan dalam kakao murni. Artinya, semakin hitam cokelat, semakin berbahaya bagi kucing. Cokelat masak murni, misalnya, bisa membunuh kucing dalam hitungan jam. Cokelat putih, meski masih berbahaya, kurang beracun bagi kucing.

3. Bawang Putih dan Bawang Merah

Banyak makanan manusia yang dibumbui bawang merah dan bawang putih untuk penyedap rasa. Namun entah itu sudah dimasak atau mentah, keduanya beracun bagi kucing. Journal of Agricultural and Food Chemistry menjelaskan bahwa ini karena bawang merah dan bawang putih menyebabkan anemia pada kucing.

Anemia terjadi karena jumlah sel darah merah yang rendah, sehingga kucing akan kesulitan untuk mengambil oksigen. Akibatnya, kucing yang anemia mungkin sulit bernapas, menjadi lesu dan mengantuk. Mungkin juga, sebagian, ini mengurangi kekebalan kucing terhadap virus.

Baca Juga:  Apakah Kucing Bisa Bosan Makan Makanan yang Sama?

4. Anggur dan Kismis

Para ahli tidak terlalu yakin mengapa anggur dan kismis sangat berbahaya bagi kucing. Beberapa ilmuwan percaya itu karena adanya tanin dalam anggur. Yang lain mengklaim bahwa kulit buahnya mengandung racun. Sayangnya, konsumsi mereka berkorelasi dengan penurunan fungsi ginjal dan bahkan gagal ginjal akut pada kucing.

5. Daging Mentah

Beberapa pemilik memberi makan kucing mereka makanan daging mentah, yang menarik bagi naluri dasar kucing. Comparative Biochemistry and Physiology menegaskan bahwa kucing adalah karnivora wajib, dan daging mentah meniru makanan liar kucing.

Makanan mentah tidak disarankan karena adanya bakteri berbahaya. Jadi, kucing yang makan daging mentah menghadapi peningkatan risiko salmonella atau toksoplasmosis. Staphylococcus aureus (infeksi staph) juga mungkin. Juga, tulang daging menimbulkan bahaya tersedak.

6. Ikan atau Makanan Laut Mentah

Gambar kucing makan

Banyak kucing suka makan ikan, tetapi ikan mentah mengandung tiaminase. Ini adalah enzim yang menghancurkan tiamin (vitamin B1) dalam tubuh kucing. Vitamin B1 memetabolisme karbohidrat, jadi sangat penting untuk fungsi organ.

Menurut Experimental Brain Research, kekurangan tiamin terkait dengan masalah neurologis yang signifikan pada kucing. Kucing dengan masalah ini bisa mengalami gaya berjalan yang tidak terkoordinasi, kehilangan fungsi motorik, kejang, dan lainnya.

Ikan mentah mengandung bakteri. Jika kucing ingin makan ikan, itu harus dimasak sampai matang dan dibuang tulangnya.

7. Adonan Mentah

Jika Anda pernah memanggang roti sendiri, Anda akan melihat bahwa adonan mengembang dalam panas. Jika kucing makan adonan mentah, itu akan terus mengembang di perutnya, memberi tekanan pada perut. Adonan mentah juga bisa menyebabkan penyumbatan usus. Ini dapat mencegah kucing mencerna makanan atau buang kotoran.

Saat ragi yang ditemukan dalam adonan berfermentasi, itu akan melepaskan alkohol yang juga berbahaya bagi kucing. Seekor kucing yang makan adonan bahkan dapat mengalami keracunan alkohol.

8. Telur Mentah

Karena telur termasuk dalam kategori produk ternak, banyak pemilik menghindarinya secara umum. Namun telur yang dimasak bisa menyehatkan kucing. Misalnya, telur orak-arik yang dimasak adalah sumber protein tanpa lemak yang kaya.

Telur mentah bisa mengandung salmonella dan E. coli. Selain itu, putih telur mentah mengandung avidin, enzim yang mencegah tubuh kucing memperoleh biotin (vitamin B7). Vitamin ini sangat penting untuk menjaga bulu kucing tetap mengkilap.

9. Jeruk (Kulit dan Biji)

Jeruk itu sendiri tidak apa-apa, asalkan biji dan kulitnya benar-benar dibuang. Kulit jeruk mengandung minyak atsiri yaitu limonene dan linalool. Ini beracun dan akan menyebabkan keracunan jeruk.

Tidak seperti manusia, tubuh kucing menciptakan vitamin C secara organik. Kelebihan vitamin C akan dikeluarkan sebagai oksalat, tetapi proses metabolisme dapat menyebabkan batu kalsium oksalat di kandung kemih dan ginjal.

10. Hati

Hati, terutama hati ayam, adalah makanan yang baik untuk kucing. Ini tinggi vitamin A, yang membantu penglihatan kucing, memberi kucing bulu yang mengkilap, dan memperkuat otot. Sayangnya, terlalu banyak hati dapat menyebabkan keracunan vitamin A.

Menurut Canadian Veterinary Journal, toksisitas Vitamin A dapat menyebabkan hiperestesia, yang menghasilkan sensitivitas berlebihan terhadap cahaya, suara, atau aroma. Ini akan membuat kucing gelisah dan gugup.

Keracunan vitamin A berdampak pada tulang kucing dan menyebabkan nyeri otot. Dalam kasus ekstrim, tulang kucing bahkan bisa tumbuh tidak berbentuk, menyebabkan kerusakan permanen. Seperti halnya semua pemberian makan kucing, moderasi sangat penting.

11. Tuna

Banyak ahli merekomendasikan memberi makan kucing dengan tuna sebagai hadiah. Itu bisa menggoda kucing untuk keluar dari persembunyiannya, dan jusnya bisa mendorong kucing untuk minum atau makan makanan lain. Namun jika Anda menawarkan tuna pada kucing, lakukan dalam porsi kecil dan terkontrol.

Baca Juga:  7 Penyebab Bobot Kucing Turun Meski Doyan Makan

Tuna bisa berbahaya dalam jumlah tinggi karena adanya merkuri. Seperti yang dijelaskan oleh Veterinary and Human Toxicology, keracunan merkuri dapat menyebabkan glomerulonefropati atau sindrom nefrotik, yang merupakan penyakit ginjal.

Tuna albacore mengandung merkuri 3 kali lebih banyak daripada tuna kalengan tradisional, sehingga kemungkinan keracunan merkuri jauh lebih besar. Beri makan kucing Anda potongan kecil tuna yang dikemas dalam air. Minyak dan saus bisa berbahaya atau menyebabkan penambahan berat badan.

12. Tomat Hijau atau Mentah

Tomat merah yang montok dan matang aman untuk dimakan kucing, bahkan menyehatkan. Inilah sebabnya mengapa beberapa makanan kucing komersial mengandung tomat. Yang penting diperhatikan adalah kematangannya karena tomat hijau bisa mematikan bagi kucing.

Tomat yang belum matang mengandung senyawa yang disebut solanin. Ini berarti tomat hijau adalah bagian dari keluarga yang sama dengan belladonna atau nightshade yang mematikan. Seekor kucing yang mengonsumsi solanin dan tidak diobati dapat mati dalam waktu 36 jam.

13. Alpukat atau Guacamole

Dalam jumlah sedang, daging buah alpukat dapat dikonsumsi dengan aman oleh kucing. Sayangnya, daun, biji, dan kulitnya mengandung racun bagi banyak hewan yang disebut persin. Meskipun aman untuk dikonsumsi manusia, persin bisa menjadi racun bagi kucing, yang menyebabkan gangguan pencernaan. Biji alpukat juga menimbulkan bahaya tersedak.

Kucing tidak boleh diberi makan guacamole (saus yang terbuat dari alpukat dan bahan lainnya) karena kandungan lemak dan persinnya jauh lebih tinggi. Selain itu, sausnya berisi bawang pedas, lada jalapeno, dan bawang putih untuk perasa.

14. Xylitol (Pemanis)

Journal of Veterinary Pharmacology and Therapeutics mengatakan bahwa xylitol tidak beracun bagi kucing. Meskipun demikian, xylitol tidak boleh diberikan kepada kucing. Kucing tidak bisa merasakan rasa manis, sehingga ini tidak berguna sebagai penambah rasa.

Selain itu, xylitol dapat memengaruhi kadar insulin kucing. Xylitol menipu tubuh kucing agar mengira dia telah mengonsumsi gula. Ini akan menyebabkan peningkatan pelepasan insulin. Ini, pada gilirannya, dapat menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah) pada kucing.

15. Kafein (Kopi, Minuman Soda)

Jaga kopi pagi Anda dan jangan biarkan kucing minum soda. Pastikan juga untuk segera membersihkan tumpahan apapun. Kucing sensitif terhadap dampak kafein dan dosis kecil bisa menjadi racun. Kucing juga akan langsung mengalami lonjakan detak jantung dan kecemasan yang parah.

Masalah utamanya adalah theobromine, yang merupakan bahan kimia yang sama yang membuat cokelat berbahaya. Juga, menurut Canadian Journal of Physiology and Pharmacology, konsumsi kafein dapat menyebabkan sakit maag pada kucing.

16. Alkohol

Jangan biarkan kucing Anda minum anggur, bir, atau minuman beralkohol karena dapat menyebabkan toksikosis etanol. Obat kumur, produk pembersih tertentu, dan parfum mungkin mengandung alkohol, jadi harus dijauhkan dari kucing.

Konsumsi alkohol dapat menyebabkan gagal ginjal, masalah pernapasan, gagal hati, ketidaksadaran, serangan jantung, atau kematian mendadak. Kesehatan kucing, ditambah dengan tingkat konsumsinya, akan menentukan bagaimana reaksi kucing Anda.

17. Tulang

Tulang bisa menjadi bahaya kesehatan bagi kucing. Tulang mungkin mengandung potongan daging mentah yang menyebabkan infeksi bakteri, tulang yang keras dapat mematahkan gigi kucing, dan tulang yang rapuh dapat pecah, menimbulkan bahaya tersedak. Alih-alih tulang, berikan kucing Anda mainan kunyah ramah kucing yang diresapi dengan catnip.

Komentar