Apa Kesamaan Antara Ikan dan Reptil? | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » Apa Kesamaan Antara Ikan dan Reptil?

Apa Kesamaan Antara Ikan dan Reptil?

Meskipun dipisahkan oleh jutaan tahun sejarah evolusi, sebagian besar ikan dan reptil adalah vertebrata yang memiliki sejumlah sifat yang sama, termasuk adanya kolom dan sisik vertebra, serta metabolisme ektotermik. Namun karena kedua kelompok sangat spesifik, ada banyak pengecualian.

Ikan

Kolom Vertebra

Baik reptil maupun ikan adalah vertebrata, dan sebagian besar spesies memiliki serangkaian tulang yang membungkus dan melindungi sumsum tulang belakang mereka. Beberapa kelompok, seperti hiu dan pari, telah mengganti tulang dengan tulang rawan selama sejarah evolusi mereka, tetapi mereka masih bersarang kuat di dalam pohon keluarga vertebrata.

Karakteristik lain yang umum untuk semua vertebrata adalah adanya sistem saraf pusat, terdiri atas otak dan jaringan saraf. Saraf ini mengontrol pergerakan hewan dan menyampaikan informasi tentang dunia luar ke otak hewan.

Semua vertebrata yang masih hidup di bumi juga memiliki sejumlah karakteristik umum lainnya, termasuk keberadaan insang di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Namun bila ikan mempertahankan insang di sepanjang hidup mereka, reptil kehilangan insang saat mereka masih dalam tahap embrio.

Integumen Tertutup Sisik

Reptil

Kebanyakan reptil dan ikan memiliki lapisan luar bersisik, meskipun ada pengecualian pada kedua kategori tersebut. Misalnya, ikan lele tidak memiliki sisik eksternal dan ular terkadang menunjukkan mutasi genetik di mana mereka gagal menghasilkan sisik. Para ilmuwan berhipotesis bahwa sisik memberikan sejumlah keuntungan bagi hewan yang memilikinya, termasuk perlindungan dan peningkatan kecepatan.

Baca Juga:  Siklus Hidup dan Umur Semut - Fakta Tentang Semut

Namun sisik ikan dan sisik reptil tidak homolog -artinya mereka tidak muncul dari jaringan embrionik yang sama. Ikan memiliki sisik yang muncul dari jaringan dermal -berduri- dan memiliki komposisi yang agak mirip dengan tulang. Penyu dan buaya juga memiliki sisik kulit, tetapi mereka muncul melalui proses yang berbeda. Ular dan kadal memiliki sisik berkeratin, yang terbentuk dari dalam epidermis atau jaringan kulit.

Sebagai pengingat sejarah evolusi mereka, burung, yang secara filogenetik merupakan bagian dari pohon keluarga reptil, juga memiliki sisik di kaki mereka. Sisik-sisik ini terbentuk dari kulit ari, seperti yang dilakukan ular dan kadal.

Metabolisme Ektotermik

Kebanyakan reptil dan ikan adalah hewan ektotermik atau “berdarah dingin,” yang berarti bahwa suhu tubuh mereka berfluktuasi dengan suhu lingkungan. Untuk menaikkan suhu tubuh, banyak reptil harus berjemur di bawah sinar matahari; ikan jarang dapat melakukan termoregulasi dalam metode ini karena sifat habitatnya yang homogen. Sebaliknya, mereka harus mengubah perilaku mereka agar sesuai dengan suhu lingkungan, alih-alih memanipulasi suhu internal mereka.

Secara umum, hewan ektotermik menunjukkan tingkat aktivitas yang lebih tinggi, makan lebih banyak, dan tumbuh lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi, sementara mereka menjadi lesu dan berhenti makan pada suhu yang lebih rendah.

Pengecualian untuk tren umum ini ada. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) misalnya, memiliki rasio permukaan terhadap volume yang rendah dan lapisan lemak yang tebal, yang mengisolasi mereka dengan sangat baik. Oleh karena itu, mereka sering mempertahankan suhu tubuh di atas suhu air di sekitarnya.

Baca Juga:  Apakah Kuda Bisa Makan Kentang? Apa Efeknya?

Selain itu, beberapa ikan seperti moonfish (Lampris guttatus), tuna (Thunnus spp.) dan hiu mackerel (Lamnidae) menunjukkan adaptasi yang memungkinkan mereka mempertahankan suhu tubuh yang tinggi.

Komentar