10 Hewan Unik yang Hidup di Stepa | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » 10 Hewan Unik yang Hidup di Stepa

10 Hewan Unik yang Hidup di Stepa

Stepa adalah dataran dengan curah hujan rendah dan iklim sedang yang semi-kering. Akibatnya, tidak banyak vegetasi yang tumbuh di stepa, yang biasanya merupakan bioma padang rumput atau semak yang tertutup rerumputan pendek atau vegetasi jarang. Stepa tumbuh di daerah beriklim sedang -antara tropis dan kutub- di belahan bumi utara dan selatan. Karena beriklim sedang, stepa mengalami musim, dengan musim panas yang cukup terik dan musim dingin yang dingin dan kering. Di stepa yang lebih dekat ke kutub, musim dingin sering kali membawa hujan salju.

Jadi hewan apa saja yang hidup di stepa? Ada banyak spesies yang telah berevolusi dan beradaptasi dengan iklim dan vegetasi stepa di berbagai benua di seluruh dunia. Masing-masing ditemukan di stepa tertentu atau wilayah stepa. Kami memberi Anda daftar 10 hewan stepa yang unik beserta karakteristik mereka dan fakta menarik lainnya tentang mereka.

1. Bison Amerika

Bison Amerika

Bison Amerika (Bison bison), kadang-kadang disebut buffalo, adalah hewan stepa bovid yang mendiami padang rumput dan stepa Amerika Utara. Mereka adalah hewan herbivora yang memakan rumput pendek, gulma, tanaman berbunga, daun berkayu, dan lumut. Bison dulu ditemukan dalam jumlah besar di padang rumput Amerika Serikat dan Kanada dan selalu mendapat tempat penting dalam cerita rakyat pribumi Amerika. Selama abad ke-19, bison Amerika diburu secara luas, nyaris sampai punah. Jumlah mereka sekarang telah pulih, meskipun mereka diklasifikasikan sebagai “Hampir Terancam” di Daftar Merah IUCN.

Bison Amerika adalah mamalia darat terbesar yang ada di Amerika Utara. Bison dewasa tumbuh setinggi sekitar 1,5 hingga 2 meter dan beratnya bisa mencapai 800 kilogram. Jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk kecil dan berat yang mereka gunakan untuk membela diri. Bison menumbuhkan bulu tebal untuk melindungi diri dari musim dingin stepa yang bersalju. Bulu ini nantinya akan rontok di musim semi.

2. Marmut Bobak

Marmut Bobak

Hewan stepa unik lainnya adalah marmut bobak (Marmota bobak). Spesies ini hanya dapat ditemukan di stepa Eurasia di beberapa bagian Rusia, Kazakhstan, dan Ukraina. Mereka hidup di habitat yang berbeda, dari stepa kering hingga berumput. Marmut bobak hidup dalam koloni yang terdiri atas beberapa keluarga. Mereka tinggal di liang bawah tanah tempat mereka berhibernasi selama 6 bulan setiap tahun selama musim dingin stepa yang dingin.

Marmut bobak memakan umbi, pucuk, dan bunga rerumputan. Sejak abad ke-20, populasi mereka menurun, sebagian besar karena perburuan dan perusakan habitat. Namun sejauh ini mereka masih diklasifikasikan dalam Daftar Merah IUCN sebagai “Tidak Mengkhawatirkan.”

3. Saiga

Saiga

Saiga (Saiga tatarica) adalah spesies antelop unik yang hanya ditemukan di stepa Eurasia. Populasinya tersebar di kantong-kantong di Rusia, Cina, Mongolia, Ukraina, Kazakhstan, dan Uzbekistan. Saiga hidup di padang rumput stepa terbuka dan dapat ditemukan di ketinggian mulai dari permukaan laut hingga 1.600 meter dpl di stepa kering Mongolia.

Saiga adalah spesies nomaden dengan wilayah sebaran musim panas dan musim dingin yang berbeda. Mereka hidup dalam kawanan besar dan memakan rerumputan rendah serta tumbuhan stepa. Mereka memiliki tingkat reproduksi yang tinggi karena betina dapat mulai berkembang biak pada umur delapan bulan. Meski demikian, hilangnya habitat dan perburuan telah menyebabkan populasi saiga terus menurun. Akibatnya, saiga adalah salah satu hewan stepa yang paling terancam punah di Eurasia.

4. Kuda Przewalski

Kuda Przewalski

Hewan unik lain yang hanya ditemukan di stepa Eurasia adalah kuda Przewalski (Equus ferus ssp. Przewalskii). Mereka adalah spesies kuda liar yang ditemukan di daerah stepa Mongolia, Rusia, Ukraina, dan China. Kuda Przewalski hidup berkelompok di habitat stepa dan semi-gurun di ketinggian hingga 1.000 hingga 2.000 meter dpl.

Adapun soal organisasi sosial mereka, kuda-kuda ini hidup dalam kawanan harem seperti satu jantan dengan beberapa betina. Pejantan lain terkadang membentuk kelompok bujangan. Saat ini hanya ada 178 spesimen dewasa. Aktivitas peternakan dan pertanian telah menyebabkan menyusutnya habitat stepa tradisional mereka. Bersamaan dengan perburuan dan perubahan iklim, kuda Przewalski telah berada di ambang kepunahan. Saat ini mereka diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah IUCN.

5. Rhea Darwin (Ñandú)

Rhea Darwin

Sejauh ini, kita telah melihat hewan stepa di belahan bumi utara. Ada banyak spesies unik yang ditemukan di stepa di belahan bumi selatan juga. Salah satunya adalah Lesser Rhea atau ñandu (Rhea pennata), disebut juga Rhea Darwin. Ini adalah burung asli Amerika Selatan, di mana mereka dapat ditemukan di stepa Patagonian di Argentina dan Chili. Rhea Darwin mendiami padang rumput dan semak belukar di ketinggian hingga 1.500 meter dpl.

Burung-burung tersebut hidup berkelompok hingga 30 anggota, terdiri atas satu jantan dengan beberapa betina. Lesser Rhea mirip dengan burung unta, tidak bisa terbang dan beratnya mencapai 25 kilogram. Selama berkembang biak, betina bertelur hingga 50 butir dan anehnya burung jantan yang mengeraminya.

6. Kondor Andes

Kondor Andes

Kondor Andes (Vultur gryphus) adalah burung stepa unik lainnya yang berasal dari Amerika Selatan. Mereka ditemukan di beberapa negara di sepanjang pegunungan Andes. Burung ini adalah simbol nasional dari banyak negara ini, seperti Kolombia, Chili, dan Bolivia, dan memainkan peran penting dalam cerita rakyat komunitas Andes. Kondor Andes hidup di padang rumput stepa terbuka, gurun, dan daerah pegunungan di ketinggian hingga 5.000 meter dpl.

Kondor Andes bisa hidup hingga 13 tahun. Mereka ditandai dengan bulu hitam, bulu putih, dan kepala botak dengan jengger kemerahan yang tidak biasa. Kondor Andes adalah hewan pemulung stepa, memakan bangkai dan memilih bangkai terbesar.

7. Vicuna

Vicuna

Vicuna atau vicuña (Vicugna vicugna) adalah hewan stepa berkuku yang juga ditemukan di pegunungan Andes dan daerah stepa lainnya di Amerika Selatan. Lebih dari setengah populasi vicuna dunia berada di Peru, dengan populasi yang lebih kecil ada di Bolivia, Chili, Argentina, dan Ekuador. Mereka adalah hewan dataran tinggi yang hidup di ketinggian 3.000 hingga 5.000 meter di atas permukaan laut.

Vicuna sangat tergantung pada air dan membutuhkan akses ke air, terutama di musim panas. Mereka mendiami stepa berumput dan padang rumput serta stepa semak belukar serta terkadang lahan basah dangkal. Vicuna adalah herbivora yang memakan rumput, herba, dan daun semak. Mereka diklasifikasikan sebagai “Tidak Mengkhwatirkan” dalam Daftar Merah IUCN, tetapi wilayah dan habitat mereka masih terus mengalami penurunan sebagai akibat dari aktivitas manusia dan perubahan iklim.

8. Elang stepa

Elang Stepa

Elang stepa (Aquila nipalensis), seperti namanya, adalah spesies fauna stepa lainnya. Mereka dapat ditemukan di habitat stepa di berbagai negara di Eropa, Afrika, dan Asia. Burung ini hidup di habitat stepa dan semi-gurun dan dapat berkembang biak hingga 2.300 meter dpl di daerah pegunungan berbatu dengan vegetasi yang jarang. Elang stepa, seperti semua elang, adalah burung karnivora dan memakan mamalia kecil, rayap, dan burung kecil.

Elang stepa adalah burung yang bermigrasi, terbang ke Afrika tenggara dan Asia selatan antara bulan Agustus dan Oktober, lalu kembali berkembang biak di stepa antara bulan Januari dan Mei. Secara tradisional, burung-burung ini membangun sarangnya di atas tanah. Namun hilangnya dan perubahan habitat telah menyebabkan mereka mulai membuat sarang di semak atau pohon. Elang stepa diklasifikasikan sebagai terancam punah dalam Daftar Merah ICUN.

9. Bustard besar

Bustard Besar

Bustard besar (Otis tarda) adalah burung lain yang berasal dari stepa Eurasia. Mereka dapat ditemukan di beberapa negara di Afrika, Eropa, dan Asia, di mana mereka mendiami padang rumput terbuka dan hutan stepa. Bustard besar biasanya bersarang di stepa dan padang rumput, tetapi juga beradaptasi dengan area pertanian seperti ladang sereal atau bera.

Bustard besar biasanya bermigrasi di musim dingin. Namun pola migrasinya berbeda tergantung di mana tempat berkembang biaknya. Bustard besar yang tinggal di lintang yang lebih tinggi selalu bermigrasi, sementara yang lain adalah migran fakultatif atau parsial. Bustard besar saat ini diklasifikasikan sebagai spesies yang rentan, dengan populasinya menurun karena perambahan habitat akibat pertanian, perburuan, dan perubahan iklim.

10. Bangau Demoiselle

Bangau Demoiselle

Burung bangau demoiselle (Anthropoides virgo) adalah burung unik lain yang ditemukan di habitat stepa di Asia, Eropa, dan Afrika. Spesies bangau ini berkembang biak di stepa rumput bulu serta daerah semi-gurun atau padang semak stepa. Burung bangau demoiselle memakan sebagian besar materi tanaman seperti benih rumput dan biji-bijian yang dibudidayakan, meskipun mereka juga memakan serangga kecil dan cacing.

Bangau demoiselle adalah burung yang bermigrasi dan hidup hingga 11 tahun. Mereka biasanya memulai migrasi pada akhir musim panas, meninggalkan tempat berkembang biak mereka di stepa yang lebih tinggi dan kembali hanya pada bulan April atau akhir Juni. Bangau demoiselle dikenal karena penampilannya yang menarik, dengan tubuh berwarna abu-abu, wajah dan leher hitam, serta bulu putih yang muncul dari mata merah.

Komentar