9 Penyebab Tanaman di Akuarium Anda Mati | Si Binatang
Home » Ikan » Akuarium » 9 Penyebab Tanaman di Akuarium Anda Mati

9 Penyebab Tanaman di Akuarium Anda Mati

Tanaman akuarium sangat bagus karena mampu mempercantik akuarium dengan keindahan alaminya dan memberi manfaat bagi ikan dengan menciptakan ekosistem yang ideal. Namun tanaman hidup rentan terhadap penyakit, perubahan air, dan stres. Lantas mengapa tanaman akuarium mati?

Tanaman akuatik

Alasan Utama Mengapa Tanaman Akuarium Mati

Tanaman akuatik di akuarium membutuhkan perawatan. Anda tidak bisa begitu saja membeli tanaman akuarium, menaruhnya di akuarium Anda, dan berharap tanaman akan berkembang dengan sendirinya. Tanpa perawatan dan pemeliharaan yang tepat, tanaman Anda akan mati lebih cepat dari yang seharusnya.

Berikut adalah beberapa hal yang, jika diabaikan, dapat menyebabkan kematian tanaman akuarium Anda.

1. pH Air yang Tidak Tepat

Ini adalah salah satu penyebab utama kematian tanaman akuarium. Tergantung jenis tanaman akuarium, tingkat pH yang ideal harus berada di kisaran 6,5 hingga 7,8. pH air memainkan peran penting dalam menunjang kehidupan tanaman Anda. Jika pH air tidak ideal, maka ini akan berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman Anda.

Juga, ganggang dan zat berbahaya lainnya dapat tumbuh di air akuarium Anda jika pH tidak tepat. Ini adalah pembunuh diam-diam yang akan membahayakan ikan Anda dan merusak kehidupan tanaman.

Apakah Tanaman Air Java Moss Membutuhkan CO2?

2. Pencahayaan Berlebihan atau Kurang

Cahaya yang cukup sangat penting untuk ikan dan juga tanaman Anda. Tanaman tidak dapat bertahan hidup tanpa cahaya terlalu lama. Tanaman akuarium membutuhkan cahaya untuk berfotosintesis dan menciptakan nutrisi yang penting untuk pertumbuhannya. Kurangnya cahaya akan berdampak buruk pada tanaman sebelum akhirnya mati.

Ini tidak berarti bahwa lebih banyak pencahayaan bagus untuk tanaman akuarium. Pencahayaan yang berlebihan justru akan menghambat pertumbuhan tanaman akuatik. Terlalu banyak cahaya juga meningkatkan pertumbuhan alga di akuarium. Alga tidak terlalu baik untuk tanaman Anda.

Selain pencahayaan, watt lampu juga memainkan peran penting. Watt lampu harus disesuaikan dengan ukuran akuarium. Idealnya, dua hingga tiga watt pencahayaan per 5 liter air diperlukan untuk menumbuhkan tanaman akuarium dengan baik.

3. Filtrasi Kelebihan

Filtrasi adalah bagian integral dari akuarium apa pun. Namun filtrasi yang berlebihan tidak cocok untuk tanaman akuarium. Tanaman membutuhkan karbon dioksida untuk tumbuh. Filtrasi yang berlebihan akan menyaring banyak karbon dioksida dari air, yang sama sekali tidak cocok untuk tanaman. Kurangnya karbon dioksida akan mengganggu kehidupan tanaman dan bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman akuarium Anda.

4. Ketidakstabilan Substrat

Substrat memainkan peran yang sama pentingnya dalam pertumbuhan tanaman akuarium. Substrat terletak di dasar akuarium dan umumnya terdiri atas kerikil, batu, dan kerikil (gravel). Substrat adalah sarana untuk bertahan hidup dan tumbuh bagi tanaman Anda.

Jika substrat tidak ideal untuk tanaman, tanaman tidak akan tumbuh baik dan akhirnya akan mati. Misalnya, kerikil yang lebar akan berdampak buruk bagi kehidupan tanaman. Kerikil akan memakan terlalu banyak ruang sehingga tidak akan mampu menahan akar tanaman akuarium dengan kuat. Alih-alih tertanam kuat di substrat, tanaman akuarium akan tercabut dan mengapung di air.

Itulah sebabnya substrat akuarium harus baik untuk menahan tanaman dengan kuat. Ini akan membantu tanaman menyerap nutrisi penting.

5. Sisa-sisa Makanan Ikan

Sisa-sisa makanan ikan adalah alasan utama lain mengapa tanaman akuarium Anda mati. Ini mencemari air jika tidak segera dibuang. Air yang tercemar merupakan ancaman utama bagi tanaman air. Sisa-sisa makanan tidak hanya mencemari air, tetapi juga terurai dan diserap oleh tanaman. Hal ini sangat berbahaya karena menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem akuarium ikan.

Baca Juga:  Apakah Tanaman Air Java Moss Membutuhkan CO2?

6. Kotoran Ikan

Sama seperti sisa makanan, kotoran ikan juga bisa merusak tanaman. Pemberian makan berperan dalam hal ini. Jika Anda memberi lebih banyak makanan daripada yang dibutuhkan ikan Anda, itu akan menghasilkan lebih banyak kotoran.

Kotoran ikan mengandung senyawa kimia tertentu yang berbahaya bagi tanaman. Selain itu, jika kotoran ikan tidak segera dibersihkan, ini akan melepaskan zat kimia yang menghambat pertumbuhan tanaman.

7. Pupuk yang Tidak Sesuai

tanaman akuarium, tanaman aquarium, tanaman hias aquarium, tanaman air aquarium, tumbuhan aquascape, aquascape tanpa tanaman, tanaman untuk aquarium, tanaman aquascape low co2, tanaman hias aquarium yang mudah didapat

Pupuk dibutuhkan agar tanaman akuarium bisa tetap kuat dan sehat. Pupuk membantu memperkaya tanaman dari akarnya. Selain itu, pupuk mengandung unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman untuk menunjang pertumbuhannya yang optimal.

Pemupukan yang tidak sesuai atau kurang menyebabkan tanaman menjadi layu. Itu akan membuat tanaman menjadi tidak sehat, menguningkan daunnya, dan akhirnya membunuhnya.

8. Ikan yang Tidak Tepat

Ikan adalah tontonan yang menarik di akuarium. Sama dengan tanaman, mereka bisa menghidupkan suasana akuarium dengan warna-warna cerahnya. Namun ikan juga bisa menjadi alasan kematian dini tanaman akuarium. Beberapa ikan suka menggigit tanaman sesekali, sementara beberapa ikan lain mencoba mencabut tanaman dari akarnya, menyebabkan tanaman mengapung di permukaan air.

Ikan tertentu seperti tetra, cichlid, dan silver dollar adalah pemakan tumbuhan yang agresif. Jika Anda memiliki ikan yang suka memakan tanaman di akuarim, tanaman Anda tidak akan bertahan lama. Jadi, ketika Anda ingin menanam tanaman di akuarium Anda, Anda harus memilih ikan yang tepat di akuarium Anda.

9. Kekurangan Gizi (Nitrogen, Kalium, Fosfat, Besi, Kalsium, Magnesium)

Tanaman akuarium membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang cukup untuk tetap sehat dan hidup lebih lama. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, jaringan mati, dan dapat menjadi penyebab utama kematian tanaman Anda. Di sisi lain, pasokan nutrisi yang berlebihan seperti nitrogen, kalium, dan fosfor juga menghambat pertumbuhan tanaman.

Kekurangan nutrisi penting seperti nitrogen, kalium, fosfat, zat besi, kalsium, dan magnesium untuk waktu yang lama dapat menghambat pertumbuhan tanaman akuarium. Ini pada akhirnya akan menyebabkan kematian tanaman Anda.

Kekurangan nitrogen membuat tanaman akuarium menjadi kuning. Anda dapat melihat perbedaan warna, terutama pada daun tua. Tanda lainnya adalah daun baru yang tumbuh lebih kecil atau pertumbuhan yang tidak normal.

Kekurangan kalium menyebabkan munculnya lubang kecil yang khas pada daun tanaman. Awalnya, Anda dapat melihat titik-titik hitam kecil. Ini akan segera berubah menjadi lubang yang terlihat jelas, sebagian bergaris hitam atau kuning.

Sama seperti nitrogen, fosfat adalah makronutrien lain yang dikonsumsi tanaman dalam jumlah besar. Dalam kasus kekurangan fosfat, daun yang sudah tua akan mulai menguning dengan bercak coklat basah. Anda bahkan dapat melihat bintik-bintik hijau ganggang pada daun yang sekarat saat mulai rusak.

Di sisi lain, kekurangan zat besi mudah terlihat dan dikenali. Kekurangan zat besi menyebabkan memudarnya daun hijau. Daun baru akan memudar menjadi kuning pucat dan akan mulai terlihat seperti daun tua.

Kekurangan kalsium adalah kekhawatiran lain. Jika Anda melihat daun baru tumbuh terpelintir, tanaman Anda kekurangan kalsium atau menderita beberapa masalah kesadahan air.

Kekurangan magnesium mirip dengan kekurangan zat besi. Satu-satunya perbedaannya adalah bahwa hal itu berdampak pada daun yang lebih tua, tidak seperti daun muda saat terjadi kekurangan zat besi. Anda dapat melihat daun tua berubah warna menjadi terang dengan urat gelap.

Baca Juga:  11 Cara Mencegah Tanaman di Akuarium Agar Tidak Mati

Cara Memeriksa Kesehatan Tanaman Akuarium

Tanaman menunjukkan berbagai tanda sebelum mati. Anda perlu memperhatikan tanda-tanda ini untuk mencegah tanaman Anda mati. Kekurangan nutrisi memainkan peran penting dalam mengidentifikasi tanda-tanda tanaman sekarat. Di bawah ini adalah berbagai tanda yang dapat membantu Anda mengidentifikasi apakah tanaman akuarium Anda masih sehat atau sudah sekarat:

– Tanaman hidup membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Jika tanaman Anda sekarat, tanda-tandanya akan terlihat pertama kali di daunnya. Tanaman Anda akan mulai kehilangan warna dan akan mulai memudar.

– Pertumbuhan tanaman Anda akan melambat dibandingkan saat Anda menanamnya.

– Sebagian besar tanaman hidup memiliki warna daun yang hijau. Jadi, jika daun tanaman Anda mulai menguning, itu adalah tanda awal kekurangan nitrogen.

– Jika Anda mengamati adanya lubang di daun tanaman akuarium Anda, itu adalah indikasi yang jelas bahwa tanaman Anda tidak sehat dan dapat segera mati. Kelebihan nitrat dan kualitas air yang buruk adalah penyebabnya di sini.

– Anda mungkin melihat melintirnya daun baru tanaman akuarium Anda. Ini adalah tanda kekurangan kalsium.

– Bintik-bintik coklat pada daun tanaman akuarium Anda adalah tanda kekurangan fosfat.

– Jika tanaman akuarium Anda menghasilkan daun kecil, mereka kekurangan nitrogen.

– Overdosis magnesium atau kalium juga dapat menyebabkan daun melintir. Ini adalah indikasi lain bahwa tanaman Anda sedang sekarat.

Sekarang setelah Anda mempelajari cara memeriksa apakah tanaman akuarium Anda sekarat, mari kita pahami apakah ini memengaruhi ikan.

Bisakah Tanaman Akuarium yang Mati Membunuh Ikan?

Tanaman akuarium yang mati dapat membunuh ikan. Pembusukan tanaman menyebabkan amonia menumpuk di akuarium. Karena amonia yang menumpuk, nitrit terbentuk di air akuarium. Tingkat nitrit yang tinggi beracun bagi ikan.

Selain itu, air juga terkontaminasi karena tanaman yang mati. Tanaman yang mati akan membusuk jika tidak segera dikeluarkan dari akuarium. Air yang tercemar adalah penyebab lain kematian ikan.

Satu lagi penyebab ikan mati adalah sisa-sisa tanaman. Jika tanaman yang sekarat tidak dirawat dengan benar, itu akan menyebabkan sisa-sisa tanaman yang mati mengambang di air akuarium. Hal ini berdampak buruk pada kesehatan ikan.

Haruskah Anda Membuang Tanaman yang Mati dari Akuarium?

Tanaman yang sekarat harus segera dikeluarkan dari akuarium. Tanaman yang mati memiliki efek buruk pada ikan. Mereka juga berdampak pada tanaman hidup lainnya di akuarium.

Begitu tanaman mati, daunnya mulai rontok dan mencemari air akuarium. Bakteri dapat menumpuk di air akuarium karena jamur yang diciptakan oleh daun yang gugur.

Kesimpulan

Tanaman akuarium umumnya kuat. Namun ini tidak berarti bahwa mereka dapat berkembang dalam kondisi yang tidak ideal untuk waktu yang lama. Seperti yang sudah dibahas di atas, tanaman akuarium bisa mati karena berbagai alasan.

Pencahayaan yang berlebihan, filtrasi buruk, sisa makanan dan kotoran ikan, pupuk yang tidak sesuai, ikan yang berperangai buruk, dan kekurangan nutrisi adalah alasan umum tanaman akuarium Anda mati sebelum waktunya.

Untungnya, tanaman tidak akan mati mendadak. Mereka menunjukkan berbagai tanda sebelum mati yang menunjukkan bahwa mereka tidak sehat dan membutuhkan perhatian, perawatan, dan pemeliharaan Anda.

Selamat memelihara tanaman akuatik di akuarium Anda!

Komentar