13 Jenis Hewan Paling Kotor dan Jorok di Dunia | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » 13 Jenis Hewan Paling Kotor dan Jorok di Dunia

13 Jenis Hewan Paling Kotor dan Jorok di Dunia

Mungkin sulit bagi hewan untuk menjaga kebersihan diri saat berada di alam liar. Ada banyak spesies yang pandai merawat dirinya sendiri, tetapi kebanyakan hewan termasuk kotor menurut standar manusia. Dengan demikian, beberapa hewan lebih kotor dan jorok dari yang lain.

Hewan Kotor

Apa saja hewan yang paling kotor di dunia? Dari hewan yang suka berkubang dalam lumpur hingga hewan yang berlumuran lendir, inilah daftar hewan yang paling berantakan dan paling kotor.

Hewan Terkotor di Dunia

1. Kumbang Kotoran

Kumbang Kotoran

Seperti namanya, makanan kumbang kotoran sebagian besar terdiri atas kotoran. Kumbang ini memiliki antena yang dapat mencium bau yang kuat, yang memudahkan mereka menemukan sumber makanan. Makanan ini mungkin terdengar menjijikkan, tetapi kumbang kotoran bermanfaat bagi lingkungan dengan menyebarkan kotoran dan menyuburkan tanah.

Beberapa kumbang membuat bola-bola kotoran yang dapat mereka gulirkan ke sarangnya. Lainnya hidup dan bertelur di dalam tumpukan kotoran. Ketika kumbang ini tidak memiliki akses ke kotoran, mereka biasanya memakan jenis bahan busuk lainnya, seperti bangkai hewan atau benda busuk.

2. Bison Amerika

Bison Amerika

Melihat bison berguling-guling di tanah atau lumpur adalah hal yang biasa. Perilaku ini sangat umum sehingga bison sering meninggalkan lubang besar atau kubangan di tanah di sekitar mereka. Praktik ini tidak hanya membantu bison untuk merontokkan bulunya, tetapi juga merupakan perilaku sosial.

Saat musim kawin, bison jantan akan buang air kecil di tanah sebelum berguling-guling. Aroma urin yang kuat membantu menarik calon pasangan. Saat bison tidak berguling-guling di lumpur, mereka sering terlihat mengunyah makanan, yang merupakan makanan yang dicerna sebagian.

3. Kuda Nil

Kudanil

Seperti kebanyakan hewan, kuda nil berkubang di lumpur agar tetap sejuk di hari yang panas. Namun kuda nil tidak puas mengotori diri sendiri. Mamalia semi-akuatik ini juga dikenal karena menyebarkan kotoran di habitatnya.

Kuda nil buang air besar di sungai dan perairan lainnya, dan kotorannya bisa sangat beracun. Diperkirakan kuda nil mengisi Sungai Mara dengan lebih dari 8 ton kotoran setiap hari. Kotoran itu menyebarkan racun dan menghilangkan oksigen dari air, yang membunuh banyak ikan.

4. Hering Kalkun

Hering kalkun

Seperti kebanyakan burung nasar, burung ini adalah pemakan bangkai hewan lain. Lubang hidung mereka peka terhadap etil merkaptan, yaitu zat yang dihasilkan saat hewan mati mulai membusuk.

Baca Juga:  10 Contoh Hewan Berkantung (Marsupial) di Dunia

Hering kalkun sering ditemukan di lingkungan yang panas, seperti gurun dan hutan subtropis. Karena tidak memiliki kelenjar keringat, mereka buang air kecil dan besar di kakinya agar tetap dingin. Perilaku yang dikenal sebagai urohidrosis ini dapat membunuh kuman dan bakteri di kaki burung pemakan bangkai!

5. Merpati

Merpati

Sangat umum untuk melihat merpati di lingkungan perkotaan, tempat mereka mengais makanan di tempat sampah dan lingkungan kotor lainnya. Berkat kebiasaan makannya, burung-burung ini menjadi pembawa banyak penyakit.

Kotoran merpati seringkali mengandung sejenis jamur yang disebut Cryptococcus neoformans, yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru pada manusia. Burung-burung ini juga diketahui menyebarkan infeksi jamur yang dikenal sebagai kandidiasis. Penyakit lain yang disebarkan oleh merpati termasuk salmonella dan E. coli.

6. Hagfish

Hagfish

Kadang-kadang disebut “belut lendir,” hagfish menutupi tubuh mereka dengan lendir seperti agar-agar. Tidak hanya itu, mereka juga dapat menembakkan lendir ke pemangsa. Mereka mampu menghasilkan lendir yang cukup untuk membuat ikan lain kehabisan nafas.

Selain berlendir, hagfish memiliki kebiasaan makan yang tidak menyenangkan. Mereka biasanya memakan makhluk laut yang mati atau sekarat dan dikenal melahap mangsanya dari dalam ke luar. Bukan hal yang aneh menemukan kawanan hagfish di dalam bangkai paus dan hewan lainnya.

7. Monyet Capuchin

Monyet Capuchin

Monyet-monyet ini cerdas dan mudah dilatih, itulah sebabnya mereka sering terlihat di film dan acara TV. Meskipun monyet capuchin tetap bersih saat berada di penangkaran, mereka memiliki beberapa kebiasaan kotor di alam liar.

Capuchin suka menutupi tubuh mereka dengan zat berbau tajam, termasuk bawang dan lumpur. Beberapa capuchin bahkan akan menghancurkan semut atau kaki seribu menjadi pasta yang disebarkan ke seluruh bulunya. Perilaku ini dikenal sebagai pengurapan diri dan membantu melindungi mereka dari gigitan serangga.

8. Sloth

Sloth

Sloth adalah salah satu makhluk paling lamban di kerajaan hewan. Rata-rata, sloth berjalan hanya sejauh 37 meter setiap hari! Hewan-hewan ini sangat lamban sehingga mereka sering menumbuhkan alga di bulunya!

Meski sloth sebagian besar memakan daun, mereka juga akan memakan alga langsung dari tubuhnya. Ganggang ini kaya akan lemak sehat dan bisa menjadi sumber makanan berharga bagi mereka. Bagi sloth, menjadi kotor memudahkan mereka mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan.

9. Kelelawar

Kelelawar

Banyak hewan pembawa virus, tetapi tidak ada makhluk yang membawa penyakit berbahaya sebanyak kelelawar. Kelelawar memiliki sistem kekebalan yang kuat, yang menjadikannya inkubator yang ideal untuk virus.

Baca Juga:  12 Contoh Hewan Cephalopoda Beserta Gambarnya

Selain menyebarkan penyakit, spesies kelelawar banyak ditemukan di lingkungan yang kotor. Kelelawar sering hidup di dalam gua, dan mereka menutupi gua dengan kotorannya, yang dikenal sebagai guano. Beberapa gua mengandung endapan guano yang berumur ribuan tahun!

10. Kerbau Afrika

Kerbau Afrika

Kerbau Afrika alias cape buffalo adalah hewan besar yang beratnya berkisar antara 425 hingga 870 kg. Bulunya bisa berwarna hitam, coklat, atau abu-abu, tetapi jika Anda melihatnya di alam liar, kemungkinan besar itu tertutup lumpur.

Hewan ini suka melapisi diri mereka dengan lumpur. Lumpur tidak hanya membuat mereka tetap dingin, tetapi ini juga memiliki manfaat lain. Saat lumpur mengering, bulunya rontok, menghilangkan kutu, parasit, dan hama lainnya.

11. Katak Bermulut Sempit

Kodok Bermulut Sempit

Ada lebih dari 600 spesies katak bermulut sempit, dan sebagian besar amfibi ini berukuran kecil. Banyak spesies yang panjangnya kurang dari satu inci. Meskipun katak kecil ini sulit ditemukan, beberapa spesies diketahui hidup di tumpukan kotoran gajah.

Ini mungkin terdengar seperti habitat yang kotor, tetapi bagi katak ini, ini adalah ekosistem yang berkembang. Tumpukan kotoran tidak hanya menarik serangga yang bisa dimakan katak, tetapi kotoran gajah juga berisi makanan yang tidak tercerna. Tumpukan kotoran segar bahkan bisa membuat katak tetap sejuk di hari yang panas.

12. Landak Eropa

Landak

Landak ini sering terlihat di taman Eropa, tempat mereka memakan berbagai hama. Mereka mungkin terlihat lucu, tetapi mereka bukan jenis hewan yang ingin Anda pelihara. Landak Eropa suka mengunyah rumput dan menghasilkan banyak air liur, yang digunakannya untuk menutupi tubuhnya.

Selain ditutupi ludah, landak adalah pembawa parasit dan penyakit. Mereka sering menjadi inang bagi kutu, pinjal, dan tungau. Landak juga dapat menyebarkan salmonella, rabies, dan penyakit kaki dan mulut.

13. Muskox

Muskox

Muskox mendapatkan namanya dari baunya yang menyengat. Bau yang kuat ini sebenarnya berasal dari urin muskox. Karena muskox memiliki bulu yang panjang dan tebal, zat seperti urin dan feses dapat terperangkap di rambut mereka.

Muskox jantan menyemprotkan urin untuk menandai wilayah mereka dan menarik calon pasangan. Bau urin mereka cukup kuat sampai tercium dari kejauhan. Meskipun betina tidak berbau seperti jantan, mereka masih memiliki bulu yang sangat berantakan.

Komentar