10 Hewan yang Sulit Dijinakkan Manusia | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » 10 Hewan yang Sulit Dijinakkan Manusia

10 Hewan yang Sulit Dijinakkan Manusia

Kita mungkin pernah memiliki fantasi ketika masih kanak-kanak: pergi ke sekolah dengan menunggang zebra dan bermain dengan harimau yang tinggal di rumah. Sayangnya angan-angan ini jauh dari kenyataan daripada yang Anda kira. Ada banyak hewan yang tidak pernah bisa dijinakkan manusia sekuat apapun kita mencoba. Tapi itu tidak menghentikan kita untuk terus mencobanya.

Agar hewan bisa menjadi kandidat yang baik untuk dijinakkan (didomestikasi), mereka harus memiliki enam kualitas berikut: pola makan yang fleksibel, tingkat pertumbuhan yang cepat, kemampuan untuk berkembang biak di penangkaran, disposisi yang menyenangkan, temperamen yang tenang, dan hierarki sosial yang dapat didominasi manusia. Kualitas ini membantu memastikan bahwa hewan tidak berbahaya untuk didekati; kita dapat mengontrol perkembangbiakannya, mereka tidak akan melarikan diri, dan mereka akan menghormati manusia sebagai tuannya.

Dan berikut adalah sepuluh hewan yang selama ini sangat sulit untuk dijinakkan manusia.

1. Zebra

Zebra

Ketika orang Eropa pertama pergi ke Afrika dan melihat kawanan zebra, mereka menjadi penasaran. Hewan-hewan itu tampak seperti kuda dan berperilaku seperti kuda, jadi mengapa mereka tidak coba dijinakkan dan ditunggangi seperti kuda? Bahkan lebih baik lagi, karena zebra asli benua itu, mereka akan kebal terhadap banyak penyakit dan hama yang mengganggu kuda penjajah.

Ternyata, zebra sebenarnya sangat berbeda dengan zebra yang tidak bergaris alias kuda biasa. Temperamen mereka jauh lebih tidak ramah dan mereka cenderung ketakutan di bawah tekanan, menjadikan mereka kandidat yang buruk untuk didomestikasi. Beberapa orang Eropa yang suka berpetualang berhasil menjinakkan satu atau dua zebra di tahun 1800-an, tetapi domestikasi skala besar tidak pernah berhasil.

2. Kucing Liar Skotlandia

Kucing Liar Skotlandia

Kucing kecil ini mungkin terlihat seperti kucing peliharaan menggemaskan yang Anda miliki di rumah, tetapi jangan salah; kucing ini sangat liar. Satwa asli Skotlandia ini sebenarnya adalah predator darat terbesar yang tersisa di Inggris.

Terlepas dari keberhasilan manusia dalam menjinakkan kerabat kucing liar Skotlandia, kucing ini tetap tidak dapat dijinakkan; mereka dikenal akan melawan sampai mati daripada tunduk. Bahkan kucing-kucing yang ditangkap di usia muda dan dibesarkan di penangkaran menolak untuk menerima dominasi manusia.

3. Hiu

Hiu

Ini mungkin mengejutkan, tetapi ada banyak upaya untuk menjinakkan mesin pembunuh alam yang sempurna ini. Hiu banyak dicari karena sirip dan dagingnya, dan karena banyak populasi hiu liar yang ditangkap sampai punah, membudidayakannya sepertinya merupakan solusi yang ideal.

Manusia telah berhasil menjinakkan hiu akuarium yang berukuran lebih kecil, tetapi yang besar seperti Hiu Putih Besar masih luput dari jangkauan kita. Hiu kekurangan hampir semua kualifikasi untuk domestikasi. Mereka buas, mereka besar, dan jika terkena sedikit darah, mereka menjadi rakus.

Dan bukan cuma tidak berkembang biak dengan baik di penangkaran, mereka juga jarang bertahan hidup sangat lama setelah ditangkap. Rekor untuk memelihara hiu putih besar di penangkaran adalah 198 hari. Semua faktor ini membuat hiu ini sangat tidak bisa dijinakkan.

4. Gajah

Gajah

Kita semua pernah melihat video persahabatan antara raksasa yang lembut ini dengan manusia: gajah memindahkan batang kayu, menggendong orang, dan umumnya tampak jinak sempurna. Jadi mengapa kita belum menjinakkan mereka? Ada dua alasan yang sangat jelas.

Yang pertama adalah siklus pertumbuhan gajah yang lama. Masa gestasi gajah adalah 22 bulan. Seekor gajah betina belum siap berkembang biak sampai dia berusia 13 tahun, dan ketika dia berkembang biak, dia hanya menghasilkan satu anak dalam satu waktu. Siklus reproduksi yang lama ini mempersulit manusia untuk campur tangan jika mereka mencoba mendorong sifat tertentu saat membiakkannya. Akan jauh lebih menguntungkan dan praktis untuk menangkap dan melatih gajah liar.

Alasan lain mengapa gajah belum dijinakkan adalah “musth.” Musth, dari bahasa Hindi untuk menyebut “kegilaan,” adalah fase yang dialami gajah jantan secara berkala. Saat musth, gajah jantan menjadi agresif dan bengis. Dikombinasikan dengan ukurannya, periode kegilaan ini membuat gajah menjadi bahaya bagi mereka yang mencoba menanganinya. Jadi meskipun sikap mereka biasanya ramah dan siap bekerja sama dengan pawang, gajah jelas tidak cocok untuk domestikasi.

5. Bison

Bison

Hewan yang besar ini pernah berkeliaran di seluruh Amerika Utara. Ditandai dengan bulu panjang dan lebat, bison berdiri sebagai simbol dataran Amerika dan semangat gigih mereka.

Hewan ini bertubuh besar, moody, dan sulit ditangani. Selama berabad-abad, para peternak berusaha memelihara bison dengan cara yang sama seperti mereka memelihara sapi, tetapi tidak berhasil. Meski beberapa bison dipelihara di area peternakan yang luas, ini bukanlah apa yang disebut “domestikasi.”

Untuk mengatasi masalah ukuran dan temperamen bison, sebagian besar peternak telah melakukan pemeliharaan hibrida antara bison dan sapi biasa, “Beefalo,” yang menggabungkan pengelolaan sapi dengan daging bison berkualitas tinggi. Jadi, lain kali Anda makan burger bison, mungkin itu adalah Beefalo yang Anda dapatkan.

6. Harimau

Harimau

Siapa pun yang pernah melihat pertunjukan sirkus berskala besar mungkin pernah melihat harimau duduk di atas panggung, menatap dengan tenang ke kerumunan. “Bagaimana mereka bisa menjinakkan binatang buas itu?” kita mungkin bertanya pada diri sendiri. Nah, jika Anda tahu bahwa kecelakaan sirkus akibat serangan harimau sering terjadi, Anda sudah tahu jawabannya: mereka tidak menjinakkannya sama sekali.

Harimau bukan hanya hewan besar, predator, dan sangat agresif, mereka juga tidak berasal dari hierarki sosial yang cenderung mengenali manusia sebagai tuannya. Banyak orang Amerika Utara mengadopsi hewan-hewan ini ketika masih kecil karena lucu dan menggemaskan dengan harapan untuk menjadikannya sebagai hewan peliharaan; namun mereka segera mengetahui bahwa harimau sama sekali bukan peliharaan.

Tempat perlindungan kucing besar terpaksa memindahkan sejumlah besar hewan ini setiap tahun ketika mereka mulai tumbuh dan naluri buas mereka mulai mengambil alih. Bahkan hewan yang dibesarkan dengan manusia dan dipelihara dalam kandang yang memadai jarang akan mentolerir kontak dengan manusia setelah berusia dua tahun, dan terkadang menyerang pawang yang telah mereka kenal selama bertahun-tahun.

7. Babi Hutan

Babi Hutan

Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan dengan babi hutan. Bulu mereka digunakan untuk kuas cat berkualitas tinggi. Daging mereka tidak berlemak, lezat, dan termasuk yang termahal di dunia. Jadi masuk akal jika orang ingin memelihara hewan-hewan ini.

Sayangnya, babi hutan sangat ganas untuk ukurannya. Di alam liar, hanya predator paling berani yang akan menyerang salah satu dari hewan-hewan ini. Seekor babi hutan telah diketahui bisa membunuh seekor harimau. Saat terkejut, babi betina bisa mematikan.

Sementara ada beberapa “peternakan” yang merasakan bahwa risiko memelihara hewan-hewan ini sepadan dengan hasilnya, kualitas buruk babi hutan membuatnya tidak cocok untuk didomestikasi.

8. Paus Pembunuh

Paus Pembunuh

Ketika seekor hewan memiliki kata “pembunuh” di namanya, Anda mungkin bertanya-tanya mengapa ada orang yang mencoba menjinakkannya. Alasan utamanya adalah karena orang suka melihat binatang besar ini melakukan trik-trik lucu di tempat-tempat seperti Sea World.

Jangan biarkan jumlah paus pembunuh alias orca yang Anda lihat di iklan membodohi Anda; manusia memiliki tingkat keberhasilan yang sangat rendah dalam upaya menjinakkan mereka. Shamu, orca pertama dari Sea World, membuktikan hal ini ketika dia menyerang seorang pelatih yang mencoba menungganginya, mengakibatkan dia sendiri pensiun dini. Banyak sekali orca di penangkaran yang tercatat menyerang dan membunuh pelatihnya sendiri.

Selain ukurannya yang besar, wataknya yang buruk, dan harapan hidup yang menurun secara signifikan di penangkaran, orca hampir tidak pernah berhasil berkembang biak saat ditangkarkan. Ini adalah salah satu kandidat terburuk untuk domestikasi.

9. Panda

Panda

Panda tidak dikenal karena manfaat pengobatan tubuhnya. Mereka tidak dihargai karena kemampuannya untuk membantu umat manusia. Dan seperti yang diketahui oleh siapa pun yang menonton streaming Panda-Cam 24 jam di Kebun Binatang San Diego, mereka bahkan tidak terlalu menarik untuk ditonton. Namun mereka adalah alat diplomatik yang sangat ampuh. China mengirim sepasang panda ke Taiwan pada tahun 2008 untuk menyembuhkan luka setelah beberapa perang dingin antara kedua negara. Kedua hewan tersebut kemudian diberi nama “Reunion.”

Dengan pengaruh politik seperti ini, Anda akan mengira banyak pengusaha yang akan mendirikan peternakan panda. Sayangnya panda adalah salah satu hewan yang paling sulit berkembang biak di penangkaran. Panda juga membutuhkan habitat yang besar dan banyak bambu, yang merupakan satu-satunya makanan yang mereka makan. Jika panda dipelihara terlalu berdekatan, mereka cenderung mudah menyebarkan penyakit.

10. Antelop

Antelop

Hewan yang anggun ini menghabiskan banyak waktunya merumput dengan damai di dataran Afrika, tetapi sedikit saja bahaya menyebabkan antelop melarikan diri dengan kecepatan yang luar biasa. Singkatnya, inilah yang membuat antelop menjadi kandidat gagal untuk domestikasi. Antelop jantan tidak hanya agresif dan teritorial terhadap satu sama lain, tetapi semua antelop memiliki naluri kabur yang sangat tinggi. Dengan banyaknya predator berbahaya di habitat aslinya, sulit untuk menyalahkan mereka.

Orang-orang di Afrika dan Ukraina telah mencoba memelihara antelop selama bertahun-tahun untuk memanfaatkan daging berkualitas dan susu bergizi mereka, tetapi hewan lincah ini terus melarikan diri.

Komentar