Fakta Menakjubkan Kukang Sunda, Hewan Asli Indonesia | Si Binatang
Home » Fakta Binatang » Fakta Menakjubkan Kukang Sunda, Hewan Asli Indonesia

Fakta Menakjubkan Kukang Sunda, Hewan Asli Indonesia

Kukang Sunda (Nycticebus coucang) atau Sunda slow loris adalah primata berbisa arboreal asli Asia Tenggara. Seperti kukang lainnya, mereka memiliki hidung basah (rhinarium), kepala bulat, telinga kecil tersembunyi di bulu tebal, wajah datar, mata besar, dan ekor vestigial.

Foto Kukang Sunda

Kukang Sunda memiliki lingkaran hitam di sekitar matanya yang besar, hidung putih dengan garis keputihan yang memanjang ke dahi, dan garis gelap yang membentang dari bagian belakang kepala sampai ke sepanjang tulang belakang. Bulunya yang lembut, tebal, dan woolly bervariasi warnanya dari coklat muda hingga coklat kemerahan tua, dengan bagian bawah lebih terang.

Harapan hidup: 20-24 tahun

Berat: 599-685 gram

Panjang: 227-38 cm

Persebaran kukang Sunda

Kukang Sunda ditemukan di Indonesia, tepatnya di pulau Sumatera, Batam, dan Galang di Kepulauan Riau, serta di Pulau Tebingtinggi dan Natuna Raya (Bunguran) di Kepulauan Natuna. Mereka juga hidup di Malaysia di Semenanjung Malaya dan Pulau Tioman, di semenanjung selatan Thailand, dan Singapura. Mereka lebih suka tinggal di hutan hujan dengan kanopi lebat yang berkelanjutan dan juga bisa hidup di jenis habitat lain.

Kebiasaan kukang Sunda

Kukang Sunda adalah primata nokturnal yang beristirahat di siang hari di cabang-cabang pohon atau di vegetasi lebat dan mencari makan di malam hari. Tidak seperti spesies kukang lainnya, mereka tinggal di pohon hampir sepanjang hidup mereka dan tidur di sebuah bola di cabang atau dedaunan. Mereka biasanya tidur sendiri tetapi dapat tidur dengan beberapa ekor kukang dari spesies yang sama, termasuk kukang dewasa lainnya.

Saat terancam predator, kukang Sunda dapat menggigit, berguling menjadi bola yang memperlihatkan bulu beracunnya yang tertutup air liur, atau berguling dan jatuh dari pohon. Namun metode utama penghindaran predator adalah cryptsis (kamuflase) di tempat mereka bersembunyi.

Ada delapan jenis panggilan berbeda yang dibuat oleh kukang Sunda dewasa, yang dapat dibagi menjadi dua kategori: suara panggilan kontak dan mencari kontak seperti peluit dan kecker pendek (permainan sosial dan panggilan mencari perhatian), dan panggilan agresif dan defensif seperti kecker panjang, jeritan, geraman dan gerutuan.

Baca Juga:  Fakta Kukang Kerdil: Ciri, Habitat, Makanan, Populasi, Konservasi

Karena mereka mengandalkan kripsis untuk menghindari pemangsa, kukang Sunda tidak membuat panggilan peringatan. Bayi mengeluarkan bunyi klik dan mencicit saat diganggu. Selama musim kawin, betina membuat panggilan peluit saat melakukan kontak visual dengan pejantan. Saat menjelajahi lingkungan baru dan selama penanganan, hewan-hewan ini membuat vokalisasi ultrasonik di luar jangkauan pendengaran manusia.

Makanan kukang Sunda

Gambar Kukang Sunda

Kukang sunda adalah hewan omnivora. Mereka memakan getah, nektar bunga, dan bagian tumbuhan penghasil nektar, serta buah-buahan. Mereka juga mengonsumsi gom dan artropoda seperti laba-laba dan serangga. Gom diambil dengan cara menjilati luka di pohon. Kukang Sunda juga dikenal memakan moluska, termasuk siput tanah raksasa, dan telur burung.

Kebiasaan kawin kukang Sunda

Di alam liar, sistem perkawinan kukang Sunda diperkirakan bervariasi antar populasi. Primata ini poliestrus, memiliki banyak periode berkembang biak sepanjang tahun. Masa kehamilan biasanya berlangsung sekitar 192 hari, setelah itu satu bayi lahir, meskipun kelahiran bayi kembar juga bisa terjadi.

Bayi kukang disapih dari induknya pada usia 3-6 bulan dan menjadi mandiri pada usia 16-27 bulan. Kematangan reproduksi dicapai antara usia 18 dan 24 bulan pada betina dan dapat dicapai pada usia 17 bulan pada pejantan.

Populasi kukang Sunda

Ancaman populasi

Kukang Sunda terancam punah karena meningkatnya permintaan dalam perdagangan hewan peliharaan eksotis dan telah menjadi salah satu spesies primata paling melimpah yang dijual di pasar hewan peliharaan Indonesia. Giginya sering dicabut sebelum dijual sebagai hewan peliharaan, yang dapat mengakibatkan infeksi dan/atau kematian. Proses ini membuat reintroduksi ke alam menjadi tidak mungkin.

Mereka juga menderita akibat kehilangan habitat yang parah di daerah di mana mereka ditemukan. Kukang Sunda semakin terancam dengan kegiatan meramu obat tradisional ilegal. Bulunya dianggap bisa menyembuhkan luka, dagingnya bisa menyembuhkan epilepsi, matanya digunakan dalam ramuan cinta, dan dagingnya dilaporkan bisa menyembuhkan asma dan masalah perut. Mereka juga dibunuh karena dianggap sebagai hama tanaman.

Baca Juga:  Fakta Kukang Kerdil: Ciri, Habitat, Makanan, Populasi, Konservasi

Jumlah populasi

Daftar Merah IUCN dan sumber lainnya tidak memberikan jumlah total populasi kukang Sunda. Saat ini, spesies ini diklasifikasikan sebagai Terancam Punah (EN) pada Daftar Merah IUCN dan jumlahnya saat ini semakin berkurang.

Fakta menarik kukang Sunda

~ Kukang Sunda umumnya dikenal sebagai malu-malu dan juga kalamasan. Kadang-kadang disebut kuskus karena masyarakat setempat tidak bisa membedakan antara kukang dan kuskus, sekelompok posum Australasia. Di Malaysia mereka kadang-kadang dikenal sebagai kongkang atau kera duku. Di Thailand, primata menggemaskan ini disebut ling lom, yang diterjemahkan sebagai “monyet angin.”

~ Kukang Sunda memiliki “sisir gigi,” enam gigi menghadap ke depan di rahang bawah, yang meliputi gigi seri bawah dan gigi taring. Struktur ini umumnya digunakan untuk perawatan tubuh dan untuk mengikis gom saat makan.

~ Kukang Sunda adalah satu-satunya primata berbisa di Singapura. Seperti kukang lainnya, mereka mengeluarkan cairan berbau tajam dari kelenjar di bagian dalam sikunya yang digunakan dalam komunikasi, tetapi ini beracun bagi manusia. Kelenjar dijilat untuk menyebarkan aroma ke seluruh tubuh mereka dan bayi mereka menggunakan sisir gigi saat perawatan.

~ Kukang Sunda bisa menyeringai atau memamerkan giginya. Saat stres, bayi mungkin menyeringai, sementara kukang dewasa memamerkan giginya sebagai tanda agresi atau ketakutan dan juga saat bermain.

~ Salah satu ciri pembeda utama antara semua spesies kukang adalah alat geraknya: kukang Sunda bergerak perlahan melalui pepohonan dengan keempat alat geraknya, biasanya dengan tiga alat geraknya menempel pada satu titik penyangga sekaligus.

Gerakannya unik, mirip dengan merangkak atau seolah-olah memanjat ke segala arah. Kukang sunda bisa mengubah arah atau bergerak di antara cabang-cabang dengan sedikit kebisingan atau perubahan kecepatan. Mereka juga bisa menggantung di bawah cabang dengan satu atau kedua kaki untuk waktu yang lama.

Tags:

Komentar